JAKARTA, iNewsBalikpapan.id - Pemerintah membatalkan rencana penerapan sekolah online usai libur Lebaran. Sebaliknya, siswa tetap mengikuti belajar tatap muka mulai 30 Maret 2026.
Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno menjelaskan, keputusan pembatalan sekolah online imbas kenaikan harga minyak dunia dilakukan dengan alasan pembelajaran harus optimal dan tidak menimbulkan learning loss.
Karena itu, penyelenggaraan proses pembelajaran tetap berjalan secara langsung atau luring bagi siswa tetap diutaman.
Menurutnya, dari hasil diskusi lintas kementerian, pembelajaran daring bagi siswa tidak menjadi sebuah urgensi saat ini.
“Sebagaimana prioritas luar biasa Bapak Presiden kepada sektor pendidikan, maka kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan secara umum, baik yang berada di bawah Kemendikdasmen, Kemenag dan Kemendiktisainstek. Ini prioritas. Ini utama,” ujarnya dikutip dari laman resmi Kemenko PMK, Rabu (25/3/2026).
Pratikno pun menginstruksikan untuk mempercepat transformasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, peningkatan kinerja birokrasi, peningkatan pelayanan kepada masyarakat, serta efisiensi di segala bidang.
Dia mencontohkan perjalanan dinas yang non-esensial harus dipangkas, optimalisasi pertemuan dan rapat secara daring, serta penerapan FWA (flexible working arrangement) secara terukur sebagai bagian dari transformasi kerja yang lebih efektif dan efisien.
"Pelayanan kepada masyarakat, peningkatan kualitas SDM, serta mendukung akselerasi pembangunan yang berkeadilan harus terus diperkuat dengan cara-cara yang lebih cerdas dan efisien," tambahnya.
Editor : Abriandi
Artikel Terkait
