PASER, iNewsBalikpapan.id – PT Energi Makmur Buana (invi) bersama PT Kideco Jaya Agung (Kideco) resmi mengoperasikan 18 truk tambang listrik dan tiga stasiun penukaran baterai di area tambang Kideco, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.
Pengoperasian armada listrik tersebut menjadi bagian dari implementasi EV Mining untuk meningkatkan efisiensi energi sekaligus menekan emisi di sektor pertambangan.
Melalui optimalisasi sistem kendaraan listrik, invi dan Kideco memproyeksikan penghematan biaya energi dan bahan bakar hingga 50 persen serta penurunan biaya operasional sekitar 30 persen dibandingkan armada berbahan bakar diesel.
Implementasi tersebut diluncurkan melalui acara “EVMine: Electrifying Mining Operations” di stasiun penukaran baterai KM 35, tambang Kideco, Sabtu (5/9/2026).
Acara dihadiri Direktur Utama dan Group CEO Indika Energy Azis Armand, Direktur Utama Kideco Kurnia Ariawan, Direktur Utama invi Alif Sasetyo, perwakilan mitra kerja Kideco, anak usaha Indika Energy, serta produsen truk listrik SANY.
Enam Truk Listrik Sudah Diuji
Implementasi EV Mining di Kideco tidak dilakukan secara instan. Pengembangannya dimulai melalui kajian awal pada Agustus 2024 dan dilanjutkan dengan uji coba pertama pada November 2024.
Berdasarkan hasil evaluasi, invi bersama para mitra melakukan 16 penyempurnaan yang mencakup aspek keselamatan, produktivitas, operasional, dan kenyamanan. Uji coba kedua kemudian dilakukan pada Oktober 2025.
Setelah melalui rangkaian pengujian dan penyempurnaan, enam truk listrik mulai dioperasikan pada tahap awal selama Maret hingga Juli 2026.
Hasil pengoperasian enam unit tersebut menunjukkan biaya energi sekitar 14 persen lebih rendah dibandingkan estimasi biaya bahan bakar armada diesel pembanding.
Pada periode yang sama, penggunaan enam truk listrik juga diperkirakan mampu mengurangi emisi sekitar 370 ton CO₂.
Direktur Utama invi Alif Sasetyo mengatakan pengoperasian truk listrik merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan pengujian, analisis data, penyempurnaan kendaraan, hingga peningkatan kesiapan sumber daya manusia.
“Pengoperasian truk listrik ini telah melalui sejumlah tahapan, mulai dari uji coba, pengumpulan dan analisis data operasional serta komersial, hingga penyempurnaan spesifikasi kendaraan dan infrastruktur pendukung,” ujar Alif.
Menurut dia, perusahaan juga memperkuat kemampuan tim melalui Basic Mechanical Electric Vehicle Course (BMEVC). Pelatihan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesiapan personel dalam pengoperasian dan pemeliharaan kendaraan listrik di lingkungan tambang.
Dorong Tambang Lebih Efisien dan Rendah Emisi
Direktur Utama Kideco Kurnia Ariawan mengatakan implementasi truk listrik menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan efisiensi sekaligus mendorong keberlanjutan operasional pertambangan.
Menurutnya, proses uji coba hingga implementasi memberikan pengalaman penting dalam mengintegrasikan teknologi kendaraan listrik dengan kebutuhan operasional tambang secara bertahap dan terukur.
Sementara itu, Direktur Utama dan Group CEO Indika Energy Azis Armand menilai elektrifikasi tambang tidak hanya berdampak terhadap pengurangan emisi, tetapi juga berpotensi memberikan keuntungan ekonomi.
“Implementasi di Kideco membuktikan bahwa elektrifikasi operasional tambang tidak hanya menurunkan emisi, tetapi juga memberikan nilai ekonomi yang nyata,” kata Azis.
Dengan beralih dari tahap uji coba menuju operasi, implementasi EV Mining di Kideco diharapkan menjadi pijakan untuk memperluas elektrifikasi di lingkungan Indika Energy Group sekaligus mendorong penggunaan teknologi kendaraan listrik di industri pertambangan nasional.
Editor : Mukmin Azis
Artikel Terkait
