JAKARTA, iNewsBalikpapan.id - Harta kekayaan bos PT Bayan Resources, Low Tuck Kwong merosot 5,78 miliar dolar AS atau setara Rp103,58 triliun dengan kurs Rp17.922 per dolar AS.
Penurunan harta bos tambang batu bara terbesar di Kutai Kartanegara itu tidak lepas dari langkahnya menjual sebagian saham PT Bayan Resources ke pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.
Indeks Miliarder Bloomberg mencatat, kekayaan Low turun 33,9 persen dan menjadi yang terbesar dalam sehari sepanjang catatan indeks sekaligus penurunan paling tajam di antara para miliarder dunia yang dipantau Bloomberg pada Senin (12/10/2026).
Bloomberg menghitung kekayaan Low mencakup sisa kepemilikan saham Bayan Resources dan putrinya sebesar total 32 persen. Kemudian aset bisnis dan kas lainnya. Bloomberg mengatribusikan saham milik keluarga kepada Low karena dia merupakan pendiri perusahaan.
VNExpress melaporkan, kekayaan taipan kelahiran Singapura itu diperkirakan tersisa 11,3 miliar dolar AS atau setara Rp202,51 triliun. Meski demikian, Low masih menjadi orang terkaya di Indonesia.
Bayan sebelumnya menyampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) jika Low dan putrinya telah menyelesaikan penjualan 30,25 persen saham perusahaan kepada Jhonlin Baratama pada 7 Oktober 2026.
Saat ini, kepemilikan saham Low di Bayan turun dari 40,15 persen menjadi 9,95 persen. Sementara itu, saham putrinya, Elaine, turun dari 22,1 persen menjadi 22,05 persen.
Sekadar diketahui, Bayan Resources adalah salah satu produsen batu bara termal terbesar dan paling menguntungkan di Indonesia. Bayan fokus pada produksi batu bara yang digunakan untuk pembangkit listrik.
The Business Times mencatat, Bayan membukukan laba bersih 943 juta dolar AS dari pendapatan 3,43 miliar dolar AS. Perusahaan tersebut memproduksi sekitar 68 juta ton batu bara sepanjang tahun lalu.
Editor : Abriandi
Artikel Terkait
