Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Magnitudo 4,0 Guncang Malang Jawa Timur
Advertisement . Scroll to see content

Talaud Sulawesi Utara Diguncang Gempa Magnitudo 7,6, Dipicu Zona Megathrust Filipina

Jum'at, 10 Oktober 2025 | 12:39 WIB
  • author Binti Mufarida
Talaud Sulawesi Utara Diguncang Gempa Magnitudo 7,6, Dipicu Zona Megathrust Filipina
Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara diguncang gempa dahsyat berkekuatan magnitudo 7,6 tadi pagi. (foto: ilustrasi/ist)

MANADO, iNewsBalikpapan.id - Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara diguncang gempa dahsyat berkekuatan magnitudo 7,6 pada Jumat (10/10/2025) pukul 09.43 WITA.

Gempa tercatat dengan pusat episenter di koordinat 7,23° Lintang Utara dan 126,83° Bujur Timur atau sekitar 275 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara dengan kedalaman 58 kilometer.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa tersebut dipicu oleh pergerakan lempeng di zona megathrust, tepatnya di Palung Filipina (Philippine Trench).

"Gempa ini dipicu aktivitas subduksi lempeng megathrust, di mana Lempeng Laut Filipina menunjam ke bawah Lempeng Eurasia tepat di Palung Filipina,” jelas Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan resminya, Jumat (10/10/2025).

Daryono mengungkapkan, kawasan timur Filipina dan sekitarnya, termasuk perairan Talaud, merupakan salah satu wilayah paling rawan gempa serta tsunami di dunia karena menjadi area pertemuan empat lempeng besar.

“Wilayah timur Filipina tidak hanya rawan gempa, tapi juga rawan tsunami,” ujarnya.

Sistem tektonik di kawasan Filipina terbentuk dari interaksi zona subduksi empat lempeng utama, yakni Lempeng Pasifik, Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Laut Filipina.

"Tektonik Filipina adalah sistem lempeng yang kompleks, dibentuk oleh interaksi zona subduksi antara Lempeng Pasifik, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Indo-Australia dengan Lempeng Laut Filipina,” ungkapnya.

Kondisi ini menyebabkan wilayah utara Sulawesi hingga Laut Filipina memiliki aktivitas seismik tinggi, sehingga sering terjadi gempa dangkal dan berpotensi tsunami.

Hasil analisis BMKG menunjukkan, gempa tersebut tergolong gempa dangkal akibat pergerakan naik (thrust fault) pada zona subduksi di bawah Laut Filipina. Mekanisme ini memicu gelombang laut minor yang terdeteksi di sejumlah stasiun pemantauan di Sulut.

Editor: Abriandi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut