get app
inews
Aa Text
Read Next : Israel Serbu Armada Kapal Global Sumud Flotilla, Aktivis Kemanusiaan dalam Bahaya

Praka Rico Pramudia, Prajurit TNI Gugur Usai Dirawat akibat Tembakan Tank Israel

Jum'at, 24 April 2026 | 22:54 WIB
header img
Praka Rico Pramudia. (Foto: Istimewa).

JAKARTA, iNewsBalikpapan.id - Praka Rico Pramudia, prajurit TNI dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) yang terkena ledakan artileri tank Israel pada 29 Maret 2026 akhirnya meninggal dunia, Jumat (24/4/2026).

Praka Rico menghembuskan nafas terakhir usai menjalani perawatan akibat luka berat setelah menjadi sasaran tembak militer Israel di dekat kota Adchit Al Qusayr. 

Dengan demikian, total ada empat prajurit TNI yang gugur di Lebanon dalam dua serangan Israel. Sebelumnya, Mayor Inf Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, serta Kopda Anumerta Farizal Rhomadon lebih dulu gugur di Lebanon. 

"Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Praka Rico Pramudia, prajurit Indonesia dalam misi perdamaian UNIFIL, yang mengalami luka berat akibat ledakan artileri dari tank Israel di dekat kota Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026," tulis Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dikutip dari akun media sosial X resminya, Jumat (24/4/2026).

Kemlu menyatakan, UNIFIL, pemerintah Lebanon, serta tim medis di Beirut telah memastikan penanganan medis dilakukan secara cepat dan optimal. 

"Berbagai langkah medis terbaik telah ditempuh, namun akibat luka berat yang dialami, nyawa almarhum tidak dapat diselamatkan," tulis Kemlu.

Kemlu menyatakan, negara akan memberikan penghormatan terbaik bagi almarhum atas pengabdian dan pengorbanannya dalam menjaga perdamaian dunia. 

"Pemerintah terus berkoordinasi dengan UNIFIL untuk memastikan proses repatriasi jenazah dapat dilakukan dengan segera dan penuh penghormatan," sambung pernyataan Kemlu.

Selain itu, Pemerintah Indonesia juga kembali mengutuk keras serangan Israel yang menyebabkan gugurnya peacekeeper Indonesia. Jakarta juga mendesak PBB untuk melakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan akuntabel guna mengungkap fakta serta memastikan pertanggungjawaban atas insiden ini.

"Keselamatan dan keamanan peacekeepers PBB tidak dapat ditawar. Oleh karenanya, Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan PBB dan negara-negara kontributor pasukan untuk memperkuat perlindungan bagi seluruh personel di lapangan," tutup keterangan Kemlu.

Editor : Abriandi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut