Transfer Mariano Peralta ke Persija Terancam Batal, Faktor Liga Champions Asia Jadi Penentu
JAKARTA, iNewsBalikpapan.id– Transfer Mariano Peralta ke Persija Jakarta yang sebelumnya dikabarkan tinggal selangkah lagi justru berpotensi batal terjadi. Penyerang asal Argentina itu kini disebut membuka kembali peluang untuk mempertimbangkan klub lain pada bursa transfer Super League 2026–2027.
Nama Peralta menjadi salah satu yang paling diburu setelah tampil impresif bersama Borneo FC sepanjang musim 2025–2026. Persija Jakarta sempat disebut sebagai kandidat terkuat untuk mengamankan tanda tangan pemain berusia 28 tahun tersebut.
Namun, perkembangan terbaru membuat situasi berubah. Jurnalis asal Italia, Lorenzo Lepore, mengungkap proses negosiasi antara Peralta dan Persija mengalami hambatan di tahap akhir sehingga membuka peluang klub lain kembali masuk dalam persaingan.
Peralta sebelumnya santer dikabarkan segera berseragam Persija Jakarta. Pelatih baru Persija, Shin Tae-yong, juga sempat mengonfirmasi transfer pemain berusia 28 tahun tersebut.
Ketertarikan Persija bukan tanpa alasan. Mariano Peralta mencatat performa impresif bersama Borneo FC dengan torehan 20 gol dan 14 assist dari 32 pertandingan pada musim 2025-2026. Statistik itu membuat dia menjadi salah satu pemain paling produktif di kompetisi.
Catatan tersebut membuat banyak klub kepincut. Persija Jakarta, yang dikenal dengan julukan Macan Kemayoran, sempat disebut sebagai klub paling serius dalam perburuan Mariano Peralta.
Kesepakatan Persija dan Peralta Mendadak Mandek
Lorenzo Lepore mengungkap komunikasi antara Peralta dan Persija sudah berjalan intens. Namun, proses menuju kesepakatan kini terancam gagal.
“Kesepakatan antara Mariano Peralta dan Persija Jakarta sudah hampir rampung, lalu tiba-tiba terancam batal,” tulis Lepore dalam unggahan akun Instagram pribadinya @lorenzooleporee, dikutip Minggu (28/6/2026).
Lepore juga menyebut beberapa klub Indonesia sempat menunjukkan minat kepada Peralta. Dua nama yang muncul yakni Dewa United dan Persebaya.
“Dewa United dan Persebaya sempat menunjukkan ketertarikan, tapi tidak pernah masuk ke tahap negosiasi nyata, seperti yang telah kami ungkap secara eksklusif,” sambung laporan tersebut.
Situasi transfer Peralta semakin menarik karena Persib Bandung disebut kembali menjadi opsi. Lepore menyebut klub berjuluk Maung Bandung itu juga menaruh minat kepada Peralta.
“Persib Bandung, klub lain yang juga telah kami ungkap secara eksklusif, kini kembali menjadi opsi. Ini bukan negosiasi yang sudah matang, Peralta sudah hampir deal dengan Persija, tapi situasi yang mandek saat ini bisa mengubah arah,” tulis Lepore.
Faktor AFC Champions League Bisa Ubah Arah Transfer
Salah satu faktor yang membuat transfer Mariano Peralta ke Persija terancam batal adalah absennya Macan Kemayoran dari AFC Champions League Two musim depan. Kondisi ini disebut bisa memengaruhi keputusan Peralta.
Persib Bandung menjadi wakil Indonesia yang dipastikan tampil di kompetisi tersebut. Sementara Borneo FC juga masih memiliki peluang untuk bermain di ajang yang sama.
Borneo FC, yang dijuluki Pesut Etam, finis di posisi kedua musim lalu. Klub tersebut dipastikan tampil di AFC Challenge League 2026-2027. Selain itu, Persib Bandung dan Borneo FC juga akan mewakili Indonesia di ASEAN Club Championship musim depan.
Faktor kompetisi Asia membuat pilihan Peralta semakin terbuka. Lepore mengungkap Lion City Sailors dari Singapura dan Johor Darul Ta'zim dari Malaysia juga ikut melirik pemain asal Argentina tersebut.
“Ada satu faktor yang cukup menentukan: Persib tampil di Liga Champions Asia, dan itulah yang ingin dimainkan Peralta. Johor dan Lion City Sailors juga menyatakan minat, dan keduanya juga akan berlaga di Liga Champions Asia,” tulis Lepore.
Kini, keputusan akhir berada di tangan Mariano Peralta. Persija sempat berada di posisi kuat, tetapi situasi yang mandek membuka celah bagi Persib, Johor Darul Ta'zim, Lion City Sailors, bahkan peluang lain yang bisa muncul di bursa transfer.
Transfer Peralta pun berubah menjadi drama besar. Dari hampir berseragam Persija, pemain produktif Borneo FC itu kini berpotensi mengambil arah berbeda demi ambisi tampil di panggung Asia.
Editor: Mukmin Azis