Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : YBM PLN UP3 Bontang Hadirkan Semangat Berbagi melalui Jumat Berkah untuk Anak Panti Asuhan Aisyiyah
Advertisement . Scroll to see content

331 Rumah di Desa Tanjung Nanga Kini Nikmati Listrik PLN 24 Jam, Buka Harapan Baru untuk Pendidikan

Minggu, 28 Juni 2026 | 22:27 WIB
  • author Mukmin Azis
331 Rumah di Desa Tanjung Nanga Kini Nikmati Listrik PLN 24 Jam, Buka Harapan Baru untuk Pendidikan
331 Rumah di Desa Tanjung Nanga Kini Nikmati Listrik PLN 24 Jam.(Foto: PLN)

MALINAU, iNewsBalikpapan.id – Setelah bertahun-tahun hidup dengan keterbatasan akses energi, masyarakat Desa Tanjung Nanga, Kecamatan Malinau Selatan Hulu, Kabupaten Malinau, kini dapat menikmati layanan listrik PLN selama 24 jam penuh. Kehadiran listrik tersebut menjadi harapan baru bagi peningkatan kualitas pendidikan, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat desa.

Sebelumnya, sebagian besar warga hanya mengandalkan genset pribadi maupun genset swadaya desa yang beroperasi pada waktu terbatas. Kondisi itu membuat aktivitas masyarakat berhenti lebih awal, membatasi waktu belajar anak-anak, serta menghambat perkembangan usaha warga.

Melalui komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra), sebanyak 331 rumah kini telah teraliri listrik selama 24 jam. Hadirnya listrik tidak hanya menghadirkan penerangan, tetapi juga membuka akses terhadap berbagai peluang pembangunan.

Salah satu warga, Laeng Ingan, mengaku merasakan langsung perubahan setelah listrik PLN masuk ke desanya.

"Dulu kami hanya mengandalkan genset sehingga listrik hanya menyala pada waktu tertentu. Sekarang listrik PLN tersedia sepanjang hari. Usaha kecil yang saya jalankan jadi lebih berkembang karena bisa menggunakan peralatan listrik. Anak-anak juga bisa belajar dengan nyaman pada malam hari. Kami sangat bersyukur karena akhirnya desa kami menikmati listrik PLN," ungkapnya.

Kepala Desa Tanjung Nanga, Roni Jonatan, turut menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya harapan masyarakat yang telah lama menantikan hadirnya listrik PLN.

"Hari ini menjadi momen yang sangat membahagiakan bagi seluruh masyarakat Desa Tanjung Nanga. Setelah sekian lama menunggu, akhirnya listrik PLN hadir di desa kami. Atas nama pemerintah desa dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada PLN yang telah menghadirkan terang sekaligus harapan baru bagi warga," ujarnya.

Ia menambahkan, mayoritas masyarakat Desa Tanjung Nanga berprofesi sebagai petani dan nelayan. Kehadiran listrik memberikan peluang bagi warga untuk menyimpan hasil pertanian maupun hasil tangkapan ikan menggunakan fasilitas pendingin sehingga kualitasnya tetap terjaga dan dapat dipasarkan dalam kondisi yang lebih segar.

"Dengan adanya listrik, masyarakat kini memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian dan hasil tangkapan nelayan. Hasil panen dan ikan dapat disimpan lebih lama sehingga kualitasnya tetap terjaga saat dijual. Kami berharap kesejahteraan masyarakat akan terus meningkat seiring hadirnya listrik PLN," tambahnya.

Sementara itu, General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, mengatakan bahwa hadirnya listrik di Desa Tanjung Nanga merupakan bagian dari komitmen PLN untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses energi yang merata dan berkeadilan.

"PLN meyakini bahwa listrik bukan sekadar menghadirkan cahaya, tetapi juga membuka peluang. Listrik menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas pendidikan, pertumbuhan ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat. Karena itu, PLN akan terus menghadirkan layanan kelistrikan hingga ke wilayah-wilayah terpencil sebagai bentuk komitmen menghadirkan energi berkeadilan bagi seluruh masyarakat," ujar Chaliq.

Untuk menghadirkan listrik di Desa Tanjung Nanga, PLN membangun infrastruktur kelistrikan berupa Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 4,27 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 4,81 kms, serta gardu distribusi dengan total kapasitas 300 kVA.

Pembangunan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya PLN memperluas akses listrik sekaligus mendukung pemerataan pembangunan di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Kini, saat malam tiba di Desa Tanjung Nanga, rumah-rumah warga tidak lagi bergantung pada genset. Listrik PLN yang menyala selama 24 jam menghadirkan terang sekaligus membuka peluang baru bagi pendidikan anak-anak, perkembangan usaha masyarakat, dan peningkatan kesejahteraan warga desa.

Editor: Mukmin Azis

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut