Manchester City Dinyatakan Bersalah atas 114 dari 115 Dakwaan, Sanksi Keluar dari EPL Menanti
MANCHESTER, iNewsBalikpapan.id – Manchester City dilaporkan dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dugaan pelanggaran aturan finansial Premier League. Hasil tersebut dilaporkan The Athletic setelah proses hukum yang berlangsung selama bertahun-tahun.
Reuters juga melaporkan pada Jumat (25/9/2026) bahwa Manchester City dinyatakan bersalah atas seluruh dakwaan kecuali satu. Namun, proses tersebut belum sepenuhnya berakhir karena sanksi terhadap klub belum ditentukan dan Manchester City diperkirakan mengajukan banding.
Kasus ini berkaitan dengan dugaan pelanggaran aturan finansial Premier League yang berlangsung dalam periode 2009 hingga 2018. Manchester City sejak awal membantah seluruh tuduhan tersebut.
Seorang juru bicara Manchester City menegaskan proses di Premier League masih berlangsung dan sejumlah elemen penting belum diselesaikan.
“Proses Premier League masih berlangsung, dengan sejumlah elemen penting yang harus diselesaikan, serta tunduk pada kerahasiaan yang ketat. Oleh karena itu, posisi Manchester City FC tetap konsisten dengan pernyataan klub pada Februari 2023,” ujar juru bicara Manchester City.
Klub juga menegaskan telah menghormati proses hukum selama delapan tahun dan berharap Premier League menjalankan proses sebagai regulator yang independen, tidak memihak, dan adil.
Kasus Manchester City bermula dari penyelidikan Premier League terhadap dugaan pelanggaran aturan finansial. Premier League kemudian merujuk kasus tersebut kepada komisi independen pada Februari 2023.
Menurut laporan Reuters, dakwaan tersebut mencakup dugaan kegagalan Manchester City memberikan informasi finansial yang akurat, termasuk terkait pendapatan dan biaya operasional. Tuduhan juga berkaitan dengan pembayaran kepada pemain dan staf pelatih serta dugaan pelanggaran aturan Financial Fair Play (FFP) UEFA dan Profitability and Sustainability Rules (PSR) Premier League.
Proses persidangan di hadapan komisi independen dimulai pada September 2024 dan berakhir pada Desember 2024. Komisi tersebut terdiri dari tiga orang yang ditunjuk melalui panel yudisial independen Premier League.
Penyelidikan terhadap Manchester City mendapat perhatian besar setelah Der Spiegel pada November 2018 menerbitkan dokumen keuangan yang bocor. Dokumen tersebut kemudian menjadi salah satu sumber informasi dalam pemeriksaan terhadap aktivitas finansial klub.
Manchester City terus membantah tuduhan tersebut. Dalam pernyataan pada Februari 2023, klub menyatakan memiliki bukti lengkap untuk mendukung posisi mereka dalam menghadapi dakwaan Premier League.
Meski 114 dakwaan dilaporkan terbukti, hukuman untuk Manchester City belum diputuskan. Karena itu, hasil tersebut belum menjadi akhir dari proses hukum yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Manchester City diperkirakan akan mengajukan banding. Klub juga menyatakan proses Premier League masih berlangsung dan sejumlah bagian penting masih harus diselesaikan.
Besarnya sanksi nantinya akan menjadi perhatian utama. Kasus Manchester City menjadi salah satu perkara finansial terbesar yang pernah ditangani Premier League.
Sebelumnya, sejumlah klub Premier League juga pernah mendapat sanksi terkait aturan finansial. Everton, misalnya, mendapat pengurangan total delapan poin pada musim 2023/2024 akibat dua pelanggaran berbeda terhadap Profitability and Sustainability Rules. Nottingham Forest juga mendapat pengurangan empat poin pada Maret 2024.
Manchester City sebelumnya juga pernah menghadapi hukuman UEFA terkait Financial Fair Play.
Pada Februari 2020, UEFA menjatuhkan larangan bermain di kompetisi Eropa selama dua tahun kepada Manchester City serta denda 30 juta euro. Sanksi tersebut berkaitan dengan temuan UEFA mengenai laporan pendapatan sponsor klub pada periode 2012 hingga 2016.
Manchester City kemudian mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS). Pada Juli 2020, CAS membatalkan larangan tampil di kompetisi Eropa tersebut. Namun, klub tetap dikenai denda 10 juta euro karena dinilai gagal bekerja sama sepenuhnya dalam proses pemeriksaan UEFA.
Kini, Manchester City kembali menghadapi proses hukum besar di Premier League. Dengan 114 dari 115 dakwaan dilaporkan terbukti, perhatian berikutnya tertuju pada sanksi yang akan dijatuhkan dan proses banding Manchester City.
Editor: Mukmin Azis