Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Sony Sonjaya Sebut 20 Nama Terlibat Korupsi MBG, Siapa Saja?
Advertisement . Scroll to see content

Puluhan Siswa SMPN 1 Mojoanyar Sakit Usai Santap MBG, Ayam Disebut Terasa Pahit

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:31 WIB
  • author iNews
Puluhan Siswa SMPN 1 Mojoanyar Sakit Usai Santap MBG, Ayam Disebut Terasa Pahit
Puluhan siswa SMP Negeri 1 Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, mengalami mual, diare dan lemas hingga harus mendapat perawatan di Puskesmas Gayaman. (Foto: iNews).

MOJOKERTO, iNewsBalikpapan.id - Puluhan siswa SMP Negeri 1 Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, mengalami mual, diare hingga lemas setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (6/10/2026). Mereka kemudian mendapat perawatan medis di Puskesmas Gayaman.

Salah seorang siswa mengaku merasakan hal berbeda saat menyantap menu ayam yang disajikan bersama bumbu kacang. Menurutnya, rasa ayam tersebut terasa pahit. Keluhan kesehatan mulai dirasakan sejumlah siswa pada Selasa malam dan berlanjut hingga mereka berada di sekolah pada Rabu (7/10/2026).

"Ayamnya itu pahit. Itu MBG kemarin," ujar Aca, salah seorang siswa, Rabu (7/10/2026).

Puluhan siswa yang mengalami keluhan kemudian dibawa ke Puskesmas Gayaman untuk mendapatkan penanganan. Karena jumlah pasien cukup banyak, sebagian siswa harus menjalani perawatan di sejumlah ruangan hingga aula puskesmas.

Tim medis memberikan obat dan infus kepada siswa yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Sebagian pasien telah diperbolehkan pulang, sementara beberapa lainnya masih menjalani perawatan.

Salah satu orang tua siswa, Ayu, datang ke puskesmas setelah anaknya mengalami keluhan serupa. Dia mengatakan gejala muncul setelah anaknya menyantap menu MBG berupa ayam dan bumbu kacang.

"Saya datang karena anak saya mengalami keluhan setelah makan MBG ayam kemarin, menu ayam sama bumbu kacang," kata Ayu.

Meski sejumlah siswa mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu MBG, Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto belum dapat memastikan penyebabnya. Pemeriksaan dan pendalaman masih dilakukan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan para siswa mengalami gejala tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto Dian Anggraini mengatakan dari sekitar 1.500 penerima MBG, sementara ini terdapat sekitar 40 siswa yang dilaporkan mengalami gejala. Kondisi mereka beragam, mulai dari yang sudah membaik hingga masih membutuhkan perawatan.

"Ini baru dugaan ya, kalau kita penerima manfaat ada 1.500 orang," kata Dian.

Dinkes memastikan penanganan terhadap para siswa terus dilakukan sambil menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Dengan demikian, dugaan gangguan kesehatan tersebut belum dapat disimpulkan sebagai keracunan akibat makanan yang disajikan dalam program MBG.

Editor: Mukmin Azis

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut