25 Siswa SDN 008 Waru PPU Diduga Keracunan Usai Konsumsi MBG, Pemkab Akan Panggil SPPG

Mukmin Azis
25 siswa SD Negeri 008 Waru, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, diduga mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi hidangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (12/2/2026).(Foto: tangkapan layar)

PENAJAM PASER UTARA, iNewsBalikpapan.id – Sebanyak 25 siswa SD Negeri 008 Waru, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, diduga mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi hidangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (12/2/2026).

Para siswa yang terdiri atas 16 laki-laki dan 9 perempuan itu mengalami gejala sakit perut, muntah hingga sesak napas. Mereka kemudian dilarikan ke Puskesmas Waru untuk mendapatkan penanganan medis.

Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin turun langsung meninjau kondisi para siswa yang dirawat. Ia memastikan seluruh siswa mendapatkan penanganan optimal dari tenaga kesehatan.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU Andi Singkerru mengungkapkan, peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 10.00 Wita, bertepatan dengan jam istirahat sekolah.

Pihak SPPG mengakui bahwa sebagian menu MBG yang disajikan hari ini tidak dimasak sendiri, melainkan dibeli dari pihak ketiga atau UMKM masyarakat. Andi menjelaskan, pihak SPPG mengakui sebagian menu MBG yang disajikan tidak dimasak langsung oleh petugas resmi. Makanan tersebut disebut dibeli dari pihak ketiga atau pelaku UMKM setempat.

“Info dari SPPG, memang benar ada menu yang dibeli dari masyarakat hari ini. Kami sudah konfirmasi dan mereka membenarkan ada pembelian luar. Namun, saya tegaskan ini adalah yang terakhir kalinya,” katanya.

Padahal, sesuai standar operasional program MBG, seluruh makanan wajib diolah langsung oleh petugas resmi yang telah direkrut dan mendapatkan pelatihan.

“Makan tidak boleh diambil dari luar. Harus diolah sendiri oleh SPPG. Itulah gunanya kita merekrut dan melatih petugas pengolah, agar makanan yang sampai ke tangan anak-anak benar-benar higienis, bergizi, dan terpantau kualitasnya,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten PPU akan memanggil seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi tersebut, termasuk pengelola SPPG, guna mengetahui penyebab pasti insiden tersebut.

Meski demikian, Pemkab PPU memastikan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan. Namun pengawasan akan diperketat agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Editor : Mukmin Azis

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network