JAKARTA, iNewsBalikpapan.id - Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan menjelaskan kronologi jatuhnya salah satu armada miliki Pelita Air di perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara).
Pesawat tersebut tengah mengangkut bahan bakar minyak (BBM). Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa menyampaikan bahwa pesawat jenis Air Tractor AT-802 registrasi PK-PAA tahun pembuatan 2013, nomor seri 802-0494, yang dioperasikan oleh Pelita Air Service khusus untuk pengangkutan BBM ke daerah terpencil, kecelakaan dalam penerbangan rute Long Bawan – Tarakan.
Menurutnya, pesawat berangkat dari Bandar Udara Long Bawan pada pukul 04.10 UTC (12.10 WITA) menuju Bandar Udara Tarakan dengan membawa muatan BBM Pertamina dengan estimasi waktu kedatangan di Tarakan pada pukul 05.15 UTC (13.15 WITA).
Dia menuturkan, pilot menyampaikan kepada petugas ATC Tarakan waktu perkiraan pesawat Abeam Malinau pada pukul 04.24 UTC (12.24 WITA), namun pada pukul 04.20 UTC (12.20 WITA), diterima sinyal Emergency Locator Transmitter (ELT) dari pesawat tersebut.
Editor : Mukmin Azis
Artikel Terkait
