AS Resmi Blokade Selat Hormuz, Iran Langsung Ancam Balasan Keras

Aditya Pratama
Penampakan aktivitas di Selat Hormuz. (Foto: AP)

Sementara, pihak Iran menuntut kompensasi atas kerusakan akibat serangan AS-Israel yang memicu perang pada 28 Februari, serta pencairan aset Iran yang dibekukan.

Adapun, blokade ini kemungkinan bertujuan untuk meningkatkan tekanan terhadap Iran, yang telah mengekspor jutaan barel minyak sejak perang dimulai. Sebagian besar penjualan tersebut diduga melalui pengiriman gelap yang menghindari sanksi dan pengawasan pemerintah Barat.

Trump juga berharap dapat melemahkan kendali Iran atas Selat Hormuz setelah sebelumnya menuntut agar jalur perairan tersebut dibuka kembali, di mana sekitar 20 persen minyak global melintas sebelum konflik dimulai. Blokade oleh AS dapat semakin mengguncang pasar energi global.

Harga minyak naik dalam perdagangan awal setelah pengumuman blokade. Harga minyak mentah AS naik 8 persen menjadi 104,24 dolar AS per barel, sementara minyak Brent, patokan internasional, naik 7 persen menjadi 102,29 dolar AS per barel. Sebelum perang pada akhir Februari, harga Brent berada di kisaran 70 dolar AS per barel.

Selama perundingan selama 21 jam akhir pekan ini di Pakistan, militer AS menyebut dua kapal perusak telah melintasi selat sebagai bagian dari persiapan pembersihan ranjau, yang merupakan pertama kalinya sejak perang dimulai. Sementara, Iran membantah klaim tersebut.

Editor : Mukmin Azis

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network