MURATARA, iNewsBalikpapan.id – Kecelakaan maut melibatkan bus ALS dengan truk tangki di di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026). Akibatnya, 16 orang tewas di tempat kejadian.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menjelaskan, kecelakaan maut tersebut bermula saat bus ALS melaju dari arah Lubuklinggau menuju Medan atau Pekanbaru.
Saat tiba di lokasi kejadian, sopir Bus ALS yang mengangkut 18 penumpang itu diduga berupaya menghindari jalan berlubang dengan banting setir ke kanan.
"Bus dari arah Lubuklinggau menuju ke Jambi banting setir ke kanan sehingga menabrak mobil tangki Seleraya dari arah Jambi menuju ke arah Lubuklinggau," kata Nandang.
Tabrakan tersebut kemudian memicu percikan api dan melahap kedua kendaraan hingga ludes. Ironisnya, sopir bus ALS, dua kondektur serta 11 penumpangnya tidak berhasil menyelamatkan diri.
Mereka terjebak dalam bus yang ringsek dan terbakar. Demikian halnya dengan sopir dan kernet truk tangki yang juga tewas di tempat lantaran terbakar.
"Pengemudi dan kernet truk tangki Seleraya meninggal dunia terbakar di dalam mobil dan untuk pengemudi mobil bus meninggal dunia untuk penumpang belum diketahui," kata Nandang.
Sementara sejumlah penumpang bus berhasil menyelamatkan diri setelah nekat melompat saat bus mulai terbakar.
Menurutnya, tim DVI masih melakukan proses identifikasi pada para korban jiwa di RSUD Lubuklinggau. Sejauh ini, polisi baru berhasil mengidentifikasi korban tewas yakni Alif (44) sopir Bus ALS, M Fadli (kondektur bus) warga Riau, dan Saf (kondektur bus).
Dua korban lainnya yang sudah diketahui identitasnya yakni Yanto, sopir truk tangki Seleraya dan Marrtini (kernet).
“Seluruh korban sudah dievakuasi ke RSUD Lubuklinggau,” tambahnya.
Humas Rumah Sakit Siti Aisyah Lubuklinggau, Yassir Watera membenarkan pihaknya menerima 16 jenazah korban kecelakaan bus ALS.
"Kami menerima pukul 17.00 WIB tadi sebanyak 16 kantong jenazah. Untuk yang dirawat (4 korban selamat) tidak ada disini," katanya, Rabu (6/5/2026).
Editor : Abriandi
Artikel Terkait
