Hantavirus Merebak di Dunia, Calon Pandemi Baru setelah Covid-19?

Muhamad Sukardi
Hantavirus mulai merebak di sejumlah negara setelah ditemukan di sebuah kapal pesiar yang beroperasi di Antartika. (Foto: ilustrasi/Reuters)

JAKARTA, iNewsBalikpapan.id – Wabah Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius yang beroperasi di wilayah Antartika bikin heboh dunia kesehatan. Kemunculan virus langka ini akankah menjadi calon pandemi baru?

Hantavirus menggemparkan dunia medis karena diduga menyebabkan sejumlah korban meninggal dunia. Yang bikin khawatir, ada indikasi penularan terbatas antarmanusia pada jenis virus tertentu. 

Kondisi itu membuat Hantavirus dinilai berpotensi menjadi ancaman kesehatan serius apabila penyebarannya tidak segera dikendalikan.

Hantavirus sendiri merupakan kelompok virus yang berasal dari hewan pengerat seperti tikus dan mencit. Penularannya ke manusia umumnya terjadi melalui kontak dengan urine, air liur, maupun kotoran tikus yang telah terkontaminasi virus. Ketika partikel tersebut mengering dan terhirup melalui udara, risiko infeksi dapat meningkat.

Paparan juga dapat terjadi saat seseorang membersihkan gudang, loteng, rumah kosong, atau area yang banyak terdapat tikus tanpa menggunakan alat pelindung seperti masker dan sarung tangan. Karena itu, kebersihan lingkungan menjadi faktor penting dalam pencegahan penyebaran virus ini.

Secara umum, Hantavirus terbagi menjadi dua kelompok penyakit utama. Jenis pertama adalah Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) atau Hantavirus Cardiopulmonary Syndrome (HCPS) yang banyak ditemukan di kawasan Amerika. Jenis ini dikenal sangat berbahaya karena menyerang paru-paru dan sistem pernapasan dengan tingkat kematian yang tinggi.

Gejala awal infeksi biasanya berupa demam, nyeri otot, sakit kepala, mual, muntah, serta tubuh terasa lemas. Namun dalam beberapa hari, kondisi pasien dapat memburuk dengan cepat hingga mengalami sesak napas berat akibat paru-paru dipenuhi cairan. Tingkat fatalitas HPS disebut dapat mencapai 38 hingga 50 persen.

Jenis kedua adalah Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang lebih banyak ditemukan di Asia dan Eropa. Penyakit ini menyerang ginjal dan dapat memicu perdarahan, tekanan darah rendah, hingga gagal ginjal akut. Meski tingkat kematiannya cenderung lebih rendah dibanding HPS, tingkat keparahannya tetap bergantung pada jenis strain virus yang menginfeksi pasien.

Kasus yang kini menjadi sorotan dunia terjadi di kapal pesiar MV Hondius. Laporan sementara menyebut sedikitnya tiga orang meninggal dunia dan beberapa penumpang lainnya masih menjalani observasi medis. Otoritas kesehatan juga telah menemukan kasus positif di Swiss yang berkaitan dengan perjalanan kapal tersebut.

Penyelidikan lintas negara kini dilakukan karena para penumpang berasal dari berbagai wilayah dunia. Para ahli menduga wabah ini berkaitan dengan Andes Hantavirus, salah satu strain langka yang diketahui memiliki kemampuan menular antarmanusia, meski penularannya biasanya hanya terjadi melalui kontak dekat dalam waktu lama.

Berbeda dengan Covid-19, para ahli menilai risiko Hantavirus berkembang menjadi pandemi global masih relatif rendah. Sebagian besar strain virus ini tidak mudah menyebar dari manusia ke manusia sehingga penyebarannya cenderung lebih terbatas.

Hingga saat ini belum tersedia vaksin maupun obat antivirus khusus untuk mengatasi Hantavirus. Penanganan pasien lebih difokuskan pada perawatan intensif, pemberian oksigen, hingga penggunaan ventilator apabila pasien mengalami gagal napas. Oleh sebab itu, diagnosis dan penanganan sejak dini sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan.

Masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi risiko kontak dengan tikus maupun kotorannya. Area yang diduga terkontaminasi sebaiknya dibersihkan menggunakan cairan disinfektan dan tidak disapu dalam kondisi kering agar partikel virus tidak beterbangan di udara.

Editor : Abriandi

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network