Menurut Chaliq, pembangunan kelistrikan hingga ke wilayah terpencil dan perbatasan bukan semata membangun jaringan dan infrastruktur, melainkan bagian dari upaya membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat.
“Listrik menjadi salah satu fondasi penting bagi peningkatan kualitas hidup dan pertumbuhan suatu wilayah. Karena itu, setiap pembangunan yang kami lakukan tidak hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga pada bagaimana energi dapat menjadi penggerak aktivitas dan membuka peluang bagi masyarakat untuk berkembang,” tambahnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pemerataan akses listrik membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak. Sinergi antara PLN, pemerintah daerah, masyarakat, serta para pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di wilayah dengan kondisi geografis yang beragam.
“Setiap wilayah memiliki tantangan dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, kolaborasi menjadi sangat penting agar pembangunan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Kami mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang terus bersama-sama mendorong pemerataan akses energi hingga ke pelosok,” lanjut Chaliq.
Melalui pembangunan dan perluasan jaringan di 63 titik di Kalimantan Utara tersebut, PLN terus mendorong peningkatan Rasio Desa Berlistrik sekaligus melanjutkan komitmen menghadirkan akses energi yang semakin merata. Perjuangan menerangi wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara pun terus berlanjut, termasuk bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pelosok, terdepan, terluar, dan perbatasan.
Editor : Mukmin Azis
Artikel Terkait
