Hujan Deras Guyur Kota Balikpapan Saat Puncak Kemarau, BMKG: Bukan Modifikasi Cuaca

Mukmin Azis
Hujan deras mengguyur Balikpapan saat puncak kemarau. BMKG menegaskan hujan dipicu Gelombang Kelvin dan bukan hasil Operasi Modifikasi Cuaca. (Foto: Tangkapan Layar)

BALIKPAPAN, iNewsBalikpapan.id - Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat kembali membasahi sejumlah kawasan di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Senin (7/9/2026).

Turunnya hujan terjadi di tengah periode puncak musim kemarau yang masih berlangsung di wilayah Kaltim. Kondisi tersebut sempat memunculkan pertanyaan mengenai penyebab hujan yang terjadi di sejumlah kawasan Balikpapan.

Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan hujan tersebut merupakan fenomena atmosfer secara alami dan tidak berkaitan dengan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Huda Abshor Mukhsinin, menjelaskan peningkatan peluang hujan dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi dinamika atmosfer.

Salah satu faktor utamanya adalah Gelombang Kelvin yang sedang melintas di wilayah Kalimantan Timur.

Gelombang Kelvin merupakan gangguan atmosfer yang bergerak dari arah barat menuju timur. Menurut Huda, pengaruh fenomena tersebut mulai terasa di Kaltim sejak sekitar 4 September 2026 dan masih berlanjut hingga Senin.

"Ini hujan natural," ujar Huda.

Kondisi atmosfer tersebut membuat potensi terbentuknya awan hujan mengalami peningkatan, khususnya pada 6-7 September 2026.

Editor : Mukmin Azis

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network