IHSG Ambruk 11,57 Persen ke 5.185, Hanya 11 Saham Bertahan di Zona Hijau

Tim iNews.id
IHSG hari ini ditutup anjlok 678 poin atau 11,57 persen ke level 5.185 pada perdagangan, Jumat (16/10/2026). (Foto: Dok. IMG)

JAKARTA, iNewsBalikpapan.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada penutupan perdagangan Jumat (16/10/2026). IHSG anjlok 678 poin atau 11,57 persen ke level 5.185, dengan mayoritas saham berguguran di tengah derasnya tekanan jual.

Data perdagangan menunjukkan hanya 11 saham yang menguat. Sebanyak 812 saham melemah, sedangkan 140 saham lainnya stagnan.

Nilai transaksi perdagangan tercatat mencapai Rp32 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 67,59 miliar saham.

Tekanan jual juga melanda berbagai indeks saham unggulan. Indeks LQ45 merosot 13,82 persen ke level 508, indeks JII turun 13,02 persen ke 301, indeks IDX30 terkoreksi 13,73 persen ke 283, sedangkan indeks MNC36 melemah 13,56 persen ke 225.

Pelemahan terjadi di seluruh indeks sektoral, mulai dari energi, konsumer siklikal dan non-siklikal, infrastruktur, properti, bahan baku, industri, transportasi, kesehatan, keuangan, hingga teknologi.

Di tengah kejatuhan mayoritas saham, sejumlah emiten masih mampu mencatatkan penguatan. PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) naik 25 persen ke Rp5.625, Reksa Dana Indeks Cipta ETF (XCLQ) menguat 25 persen ke Rp90, dan PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) naik 24,93 persen ke Rp4.710.

Sebaliknya, tekanan terdalam di jajaran saham top losers dialami PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI), dan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET). Ketiganya masing-masing anjlok 15 persen, dengan harga saham VKTR di Rp374, SQMI di Rp85, dan INET di Rp187.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad bersama sejumlah pejabat, termasuk Kapolri, mendatangi Bursa Efek Indonesia (BEI) saat pasar saham mengalami tekanan. Pertemuan tersebut turut menyoroti masukan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait pasar modal Indonesia.

Anjloknya IHSG pada perdagangan kali ini menjadi sorotan di tengah tekanan yang meluas ke berbagai sektor saham. Perkembangan selanjutnya akan menjadi perhatian pelaku pasar, terutama terkait upaya menjaga stabilitas dan kepercayaan investor.

Editor : Mukmin Azis

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network