Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Timnas Indonesia vs Bangladesh, Begini Skenario Skuad Garuda Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026
Advertisement . Scroll to see content

Petisi Ketua Umum PSSI Mundur Sudah Ditanda Tangani Ribuan Orang, Buntut Tragedi Kanjuruhan

Rabu, 05 Oktober 2022 | 15:47 WIB
  • author Reynaldi Hermawan
Petisi Ketua Umum PSSI Mundur Sudah Ditanda Tangani Ribuan Orang, Buntut Tragedi Kanjuruhan
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan didesak mundur. (Foto: ANTARA/Galih Pradipta)

MALANG, iNews.id - Petisi Ketum PSSI Mochammad Iriawan mundur dari jabatannya menyeruak pasca tragedi Kanjuruhan. Hingga saat ini sudah ribuan orang tanda tangan.

Ini merupakan buntut dari tragedi Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam. Insiden terjadi usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya pada laga lanjutan Liga 1. Aremania masuk ke lapangan usai laga usai timnya kalah 2-3.

Dari situ bentrokan terjadi dengan pihak keamanan. Polisi akhirnya menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan. Hingga kini FIFA masih belum memberikan sanksi terhadap Indonesia.

Tapi masyarakat tampaknya ngebet meminta Mochammad Iriawan mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI. Sebuah petisi muncul di change.org.

Hingga berita ini ditulis sudah ada sekitar 1.924 orang yang menandatangani petisi tersebut. Netizen punya berbagai alasan mengapa bersedia menandatangani petisi tersebut.

"Ingin PSSI serta sepak bola lebih baik ke depannya. Serahkan kepengurusan kepada yang ahli di bidangnya," tulis Muhammad Ramadhan.

"Harus ada orang yang merasa malu dan bertanggung jawab atas pembantaian ini terutama pihak polisi sebagai yang mengamankan event," kata Amrizal Jaya.

"PSSI memang harus direformasi" komentar Robertus Bandarsyah.

Artikel ini telah tayang di www.inews.id dengan judul " Ribuan Orang Tanda Tangan Petisi Desakan Ketum PSSI Mundur ", Klik untuk baca: https://www.inews.id/sport/soccer/ribuan-orang-tanda-tangan-petisi-desakan-ketum-pssi-mundur/2.

 

Editor: Mukmin Azis

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut