Digitalisasi Keuangan Tumbuh Positif, Jumlah Pengguna QRIS di Kaltim Capai 841.000
SAMARINDA, iNewsBalikpapan.id – Digitalisasi keuangan di Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga November 2025 jumlah pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) mencapai 841 ribu orang.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim, Budi Widihartanto mengungkapkan, jumlah pengguna QRIS mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya yang berada dikisaran 832 ribu orang.
Kenaikan ini sejalan dengan pertumbuhan jumlah merchant pada periode yang sama mencapai 780 ribu. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan bulan sebelumnya yakni 763 ribu merchant.
"Hal ini sejaln dengan nominal transaksi QRIS sepanjang November 2025 yang sangat fantastis," kata Budi dalam keterangannya dikutip dari laman Pemprov Kaltim, Sabtu (24/1/2026).
Namun, di sisi lain, volume transaksi Sistem Pembayaran Non-Tunai secara umum mengalami kontraksi sebesar 20,6% (yoy) dibandingkan kontraksi bulan sebelumnya.
Sektor perbankan di Kaltim juga menunjukkan dinamika yang menarik pada November 2025. Pertumbuhan kredit tercatat sebesar 3,90% (yoy) yang didominasi penyaluran kredit konsumsi dan investasi.
Sementara untuk kredit modal kerja mengalami kontraksi. Pertumbuhan kredit Kaltim juga didukung oleh stabilitas sistem keuangan yang terjaga sebagaimana diindikasikan oleh tingkat Non-Performing Loan (NPL) sebesar 1,70%.
Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) Kaltim pada November 2025 tercatat masih mengalami kontraksi sebesar 6,74% (yoy), disebabkan utamanya oleh penurunan giro dan deposito masing-masing sebesar 16,08% (yoy) dan 11,50% (yoy)
"Untuk peredaran uang tunai, Kaltim mencatatkan posisi net outflow sebesar Rp491,2 miliar," tambahnya.
Editor : Abriandi