Arus Migrasi IKN Dongkrak Properti, Apartemen Rp300 Miliar Dibangun di Balikpapan
BALIKPAPAN, iNewsBalikpapan.id – Efek domino pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai terasa nyata di Balikpapan. Setelah sempat lesu pascapandemi, pasar properti vertikal kembali bergeliat seiring derasnya arus pendatang menuju kawasan penyangga ibu kota baru.
Momentum ini ditangkap PT Fajar Sinar Teguh, anak usaha grup konglomerasi Tjia, dengan menggelontorkan investasi hampir Rp300 miliar untuk membangun sembilan menara apartemen berkapasitas sekitar 400 unit di atas lahan seluas satu hektare.
Menyasar segmen menengah, proyek ini mengusung konsep smart home dan smart living dengan tagline Urban Living. Hunian dirancang untuk menjawab kebutuhan profesional bermobilitas tinggi yang mulai memusatkan aktivitasnya di Balikpapan seiring pembangunan IKN.
“Kami melihat IKN sebagai katalis besar yang mengubah peta permintaan hunian di Balikpapan,” ujar Direktur PT Fajar Sinar Teguh, Tjia Daniel Wirawan. Menurutnya, apartemen menawarkan keunggulan aksesibilitas yang sulit ditandingi perumahan tapak di pinggiran kota.
Keunggulan utama proyek ini terletak pada lokasi strategis, tepat di kawasan akses tol menuju IKN dan berhadapan langsung dengan Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (Sepinggan). Posisi tersebut dinilai ideal bagi penghuni yang bekerja di kawasan ibu kota baru sekaligus membutuhkan konektivitas cepat ke bandara.
Dari sisi harga, unit dipasarkan di kisaran Rp22 juta–Rp25 juta per meter persegi. Angka ini berada di tengah pasar—lebih rendah dibanding apartemen premium yang telah menembus Rp30 juta per meter persegi, namun menawarkan fasilitas dan teknologi yang lebih unggul dibanding segmen bawah.
“Penetapan harga kami mencerminkan nilai yang didapat konsumen: lokasi, teknologi hunian pintar, dan kualitas bangunan,” jelas Daniel.
Respons pasar pun tergolong positif. Sejumlah unit dilaporkan telah terjual meski proyek masih berada pada tahap awal pembangunan. Fase pertama akan difokuskan pada pembangunan Tower G dan H beserta fasilitas clubhouse, dengan target penyelesaian pada 2027.
Saat ini, progres proyek telah memasuki tahap pematangan lahan, meliputi land clearing, cut and fill, serta pembangunan bendungan pengendali di area belakang. Pekerjaan pemancangan dijadwalkan dimulai setelah seluruh persiapan lahan rampung.
Daniel menegaskan, lahan proyek merupakan hasil akuisisi independen yang dilakukan jauh hari dan tidak berkaitan dengan aset Pertamina. Perusahaan juga masih aktif memperluas land bank di Balikpapan, meski detail lokasi belum dapat diungkap karena proses akuisisi masih berjalan.
Editor : Mukmin Azis