Waspada! 35 Persen Anak-Anak di Kaltim Belum Diimuniasi Campak
SAMARINDA, iNewsBalikpapan.id - Cakupan imunisasi campak di Kaltim masih di bawah rata-rata nasional. Hingga akhir 2025, sebanyak 35 persen anak-anak di Benua Etam belum diimunisasi.
Kondisi ini meningkatkan kerentanan penyakit menular yang disebabkan oleh virus tersebut, bisa menyebar dengan cepat, terutama pada anak-anak.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kaltim, Fit Nawati menjelaskan, cakupan imunisasi campak baru mencapai 65 persen dari target nasional sebesar 95 persen.
"Masih cukup jauh cakupan kita. Sekitar 30 persen anak masih belum terjangkau imunisasi,” kata Fit Nawati, Senin (16/3/2026).
Menurutnya, berdasarkan data Dinkes, capaian imunisasi pada bayi usia 9 bulan baru mencapai sekitar 62 persen. Sedangkan pada usia 18 bulan sekitar 60 persen.
"Untuk anak kelas 1 SD cakupannya sudah mencapai sekitar 92 persen, karena melalui sekolah kita bisa melakukan edukasi kepada orang tua dan guru sehingga anak-anak lebih mudah mendapatkan imunisasi,” ujarnya.
Menurutnya, dibutuhkan peran aktif masyarakat, terutama para orang tua yang memiliki bayi dan balita untuk meningkatkan capaian imunisasi campak.
Fit pun mengingatkan jika kelompok yang paling rentan terhadap penyakit campak adalah bayi dan balita yang tidak mendapatkan imunisasi. Sementara orang dewasa bisa menjadi sumber penularan terutama jika memiliki kondisi gizi yang kurang baik.
Ia juga menjelaskan jika jadwal imunisasi campak kini telah mengalami perubahan. Jika sebelumnya imunisasi hanya diberikan satu kali pada usia 9 bulan, saat ini imunisasi diberikan sebanyak tiga kali, yakni pada usia 9 bulan, 18 bulan, serta saat anak duduk di kelas 1 SD.
Dia menambahkan, penyakit campak umumnya ditandai dengan demam, batuk, pilek, mata merah, serta munculnya bercak-bercak merah pada kulit.
“Kalau kita lihat dari gejalanya, biasanya demam, batuk, pilek, mata merah, dan dapat menimbulkan bercak-bercak merah pada kulit,” tambahnya.
Editor : Abriandi