Negara Tetangga Ramai-ramai Naikkan Harga BBM, Bagaimana dengan Indonesia?
JAKARTA, iNewsBalikpapan.id – Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM)akibat krisis energi global memaksa sejumlah negara termasuk negara tetangga melakukan penyesuaian harga.
Lantas bagaimana dengan Indonesia? Lonjakan harga minyak dunia menjadi imbas dari pembatasan jalur pelayaran di Selat Hormuz menyusul konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.
Selat tersebut merupakan rute vital yang dilalui sekitar 20 persen distribusi minyak dan gas dunia.
Aksi blokade yang dilakukan Iran di kawasan itu turut mendorong kenaikan harga minyak mentah global. Harga Brent bahkan sempat menyentuh angka 100 dolar AS per barel.
Tak hanya itu, Iran juga tengah mengkaji kebijakan baru berupa pungutan biaya keamanan bagi kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz. Rancangan undang-undang (RUU) terkait hal tersebut dikabarkan segera disahkan.
Sumber dari parlemen Iran menyebutkan, RUU itu akan mengatur penarikan biaya dan pajak untuk berbagai jenis kapal, mulai dari pengangkut barang, energi, hingga distribusi pangan, dengan alasan peningkatan keamanan di wilayah tersebut.
Sebelumnya, Iran sempat menutup Selat Hormuz di awal serangan AS-Israel, lalu membukanya kembali secara terbatas. Sejumlah pejabat Iran menyatakan jalur tersebut tetap terbuka bagi kapal internasional, kecuali milik AS, Israel, dan negara sekutunya.
Ketegangan di kawasan ini juga berdampak pada keselamatan pelayaran. Tercatat belasan kapal tanker dan kapal niaga mengalami kebakaran, bahkan ada yang hancur, setelah tetap melintasi perairan tersebut.
Akibatnya, banyak negara yang memutuskan menaikkan harga BBM. Pemerintah Indonesia sendiri sejauh ini belum mengisyaratkan menaikan harga BBM khususnya subsidi.
Pemerintah lebih memilih melakukan efisiensi termasuk menerapkan WFA bagi ASN.
Berikut sejumlah negara yang menyesuaikan harga BBM sejak 28 Februari 2026:
1. Kamboja
Negara tetangga Indonesia yang sudah menaikkan harga BBM yakni Kamboja. Harga bensin mencapai 5.500 riel (sekitar Rp23.173) per liter, naik 42,8 persen.
Sementara harga diesel menjadi 6.550 riel (sekitar Rp27.597) per liter, meningkat 70 persen.
2. Vietnam
Harga diesel di Vietnam melonjak menjadi 39.660 dong (sekitar Rp25.460) per liter dari sebelumnya 19.270 dong (sekitar Rp12.370), atau naik 105 persen.
Bensin oktan 95 kini di level 33.840 dong (sekitar Rp21.724) per liter dari 20.150 dong (sekitar Rp12.935), naik 68 persen.
3. Singapura
Harga diesel berada di kisaran 3,93 dolar Singapura (sekitar Rp51.744) per liter, naik sekitar 20 sen.
4. Australia
Harga diesel berada di sekitar 3 dolar Australia (sekitar Rp35.081) per liter, naik 36 persen.
5. Pakistan
Harga bensin naik menjadi 321,17 PKR (sekitar Rp19.479) per liter dari 266,17 PKR (sekitar Rp16.144), atau meningkat sekitar 20,7 persen.
Diesel mencapai 335,86 PKR (sekitar Rp20.370) per liter dari 280,86 PKR (sekitar Rp17.035), naik sekitar 19,6 persen.
6. Jerman
Harga diesel kini menembus lebih dari 2 euro per liter.
Harga bensin mendekati 2 euro per liter.
7. Amerika Serikat
Harga diesel mencapai sekitar Rp89.000 per galon (3,78 liter), meningkat 40 persen.
8. Sri Lanka
Harga bensin naik menjadi 398 rupee (sekitar Rp21.426) per liter dari 317 rupee (sekitar Rp17.065), atau naik 25 persen.
Harga diesel menjadi 382 rupee (sekitar Rp20.564) per liter dari 303 rupee (sekitar Rp16.311), naik sekitar 26 persen.
9. Kanada
Harga bensin berada di kisaran 2 dolar Kanada (sekitar Rp24.418) per liter, naik sekitar 7,9 sen per liter.
Harga diesel mengalami kenaikan sekitar 10–13 sen per liter, meski angka pastinya tidak dirinci.
10. Nigeria
Harga bensin mengalami kenaikan sebesar 39,5 persen, tanpa rincian angka pasti.
Editor : Abriandi