PLN Hadirkan Diskon Tambah Daya 50 Persen, Warga Kaltim–Kaltara Bisa Hemat Jutaan
BALIKPAPAN, iNewsBalikpapan.id – PT PLN (Persero) menghadirkan promo tambah daya listrik bertajuk “Power Up Real: Listrik Aman, Kerja Lancar” bagi pelanggan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Melalui program ini, masyarakat bisa menikmati diskon hingga 50 persen untuk biaya tambah daya.
Program ini berlaku mulai 15 hingga 28 April 2026 dan ditujukan bagi pelanggan tegangan rendah satu fasa dengan daya awal 450 VA hingga 5.500 VA, yang ingin menambah daya hingga 7.700 VA.
General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, mengatakan promo ini menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin meningkatkan kapasitas listrik di rumah dengan biaya lebih terjangkau.
“Ini momentum yang tepat bagi pelanggan untuk menyesuaikan kebutuhan listrik rumah agar aktivitas sehari-hari semakin nyaman dan lancar,” ujarnya.
Menurutnya, kebutuhan listrik rumah tangga saat ini terus meningkat seiring penggunaan berbagai perangkat elektronik, seperti AC, perangkat kerja digital, hingga penunjang aktivitas belajar dan kerja dari rumah.
“Dengan kapasitas daya yang lebih besar, penggunaan listrik menjadi lebih optimal dan aman,” tambahnya.
Untuk mendapatkan promo ini, pelanggan cukup melakukan transaksi pembelian token listrik (prabayar) atau pembayaran tagihan (pascabayar) melalui aplikasi PLN Mobile. Selanjutnya, pelanggan akan memperoleh e-voucher diskon tambah daya yang dapat digunakan saat mengajukan permohonan.
Setelah pembayaran terverifikasi, unit PLN setempat akan memproses penambahan daya sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebagai ilustrasi, pelanggan dengan daya awal 1.300 VA yang ingin menambah daya menjadi 7.700 VA cukup membayar sekitar Rp3,1 juta, atau hemat hingga 50 persen dari biaya normal.
Selain promo, PLN juga memastikan keandalan pasokan listrik di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara tetap terjaga melalui pemeliharaan jaringan secara berkala serta kesiapsiagaan petugas.
PLN mengimbau masyarakat memanfaatkan promo ini sebelum berakhir pada 28 April 2026 agar kebutuhan listrik rumah tangga dapat terpenuhi dengan lebih optimal dan ekonomis.
Editor : Mukmin Azis