Tertahan di Jepara, Peluang Borneo FC Juara Super League 2025-2026 Menipis
JEPARA, iNewsBalikpapan.id - Peluang Borneo FC meraih gelar juara Super League 2025-2026 menipis setelah tertinggal dua poin dari Persib Bandung yang kini kokoh di puncak klasemen sementara.
Penyebabnya, tim Pesut Etam hanya mampu bermain imbang tanpa gol saat menantang tuan rumah Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini, Minggu (17/5/2026) malam WIB. Sementara di pertandingan lainnya, Persib Bandung berhasil mengalahkan PSM Makassar dengan skor 2-1 di Stadion Gelora BJ Habibie Parepare.
Kemenangan ini membuat Persib Bandung kini mengoleksi 78 angka atau unggul dua poin dari Borneo FC dengan 76 angka di peringkat kedua. Hasil ini membuat Maung Bandung di urutan terdepan pacuan menuju trofi juara.
Meski demikian, peluang Borneo FC meraih trofi Super League untuk pertama kalinya belum sepenuhnya sirna. Anak-anak Samarinda masih akan melakoni laga terakhir melawan Maluku United di Stadion Segiri pada Sabtu 23 Mei 2026 mendatang. Nadeo Argawinata dkk wajib memenangkan laga tersebut sembari berharap Persib Bandung kalah saat menjamu Persijap Jepara.
Jika skenario tersebut mulus, Borneo FC akan mengakhiri kompetisi sebagai juara dengan koleksi 79 poin atau unggul satu angka dari Persib. Di sisi lain, Persib hanya satu poin untuk memastikan mereka hattrick juara tiga musim beruntun.
Dengan kata lain, Persib cukup bermain imbang di Stadion GBLA saat menghadapi Persijap dan menutup musim dengan 79 poin. Hasil tersebut sudah cukup meski Borneo FC menang atas Malut lantaran Maung Bandung unggul head to head dari tim Pesut Etam.
Jalannya Pertandingan
Sejak menit awal, Persijap tampil agresif di depan pendukung sendiri. Alexis Gomez dan Sudi Abdallah beberapa kali mengancam pertahanan tim tamu. Namun lini belakang Borneo FC masih mampu meredam tekanan yang diberikan Laskar Kalinyamat.
Borneo FC yang datang dengan misi wajib menang untuk menjaga peluang juara perlahan mulai menguasai permainan. Mariano Peralta menjadi motor serangan Pesut Etam dan sempat menciptakan sejumlah peluang berbahaya, terutama pada babak pertama.
Editor : Abriandi