Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Penganiayaan Guru di Balikpapan, Dua Orang Berstatus Pelajar
BALIKPAPAN, iNewsBalikpapan.id - Polsek Balikpapan Timur akhirnya menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan guru berinisial MA (31) di Jalan Lapangan Tembak Lambada, Balikpapan Timur, Kota Balikpapan.
Dua dari tiga tersangka masih berstatus siswa dan ditetapkan sebagai Anak Berhadapan Hukum. Sementara satu tersangka dewasa berinisial JS langsung ditangkap dan dijebloskan ke tahanan.
Kapolsek Balikpapan Timur, AKP Muhammad Chusen mengatakan, penentapan tersangka dilakukan setelah pihaknya melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi dan gelar perkara.
"Polsek Balikpapan Timur resmi menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan guru. Dua tersangka anak-anak dan satu orang dewasa yang kini sudah ditahan," jelas Chusen dalam keterangannya, Selasa (28/7/2026).
Chusen menambahkan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka untuk melengkapi berkas perkara.
Ketiga pelaku dijerat Pasal 262 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penganiayaan dengan ancaman lima tahun penjara.
"Untuk tersangka yang berstatus anak di bawah umur diproses sesuai dengan sistem peradilan anak," tambahnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, MA di SDN 017 Balikpapan Timur menjadi korban pengeroyokan sejumlah siswa dan orang dewasa pada Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 13.20 WITA melibatkan tiga siswa dan satu pria dewasa. Akibatnya, korban mengalami luka di bagian wajah.
Pengeroyokan dipicu teguran korban kepada seorang siswa yang sedang merokok sambil mengendarai sepeda motor saat melintas di Jalan Mulawarman. Namun, teguran tersebut tidak diindahkan siswa dan menantang korban.
Tak ingin memperpanjang masalah, korban kemudian memilih meninggalkan lokasi. Namun, tiga orang siswa ternyata membuntuti korban bersama orang tua dan pamannya hingga ke rumah.
Saat tiba di TKP, para pelaku langsung mengintimidasi korban. Awalnya, korban berusaha menjelaskan akar permasalahannya.
Dalam video yang beredar, terlihat dikeroyok oleh empat orang sebelum akhirnya dipisahkan seorang perempuan yang diketahui merupakan istri korban.
Editor: Abriandi