get app
inews
Aa Text
Read Next : Harga BBM Pertamina Hari Ini 18 Agustus 2026, Pertamax Turun Rp300

Hati-hati! 4 Kebiasaan Buruk Ini Bikin Gairah Seks Pria Menurun

Senin, 17 Agustus 2026 | 12:48 WIB
header img
Kebiasaan buruk pria yang terkesan sepele bisa berdampak pada penurunan gairah seks akibat gangguan hormonal. (foto: ilustrasi/ist)

JAKARTA, iNewsBalikpapan.id – Menjaga kadar testosteron tidak cukup hanya dengan mengandalkan olahraga atau mengonsumsi makanan tertentu. Kebiasaan sehari-hari, mulai dari pola makan, waktu tidur, aktivitas fisik hingga cara mengelola stres, juga ikut berperan dalam menjaga kesehatan hormonal pria.

Dokter Spesialis Urologi sekaligus edukator kesehatan, dr Andika Afriansyah, mengingatkan para pria, terutama mereka yang mulai memasuki usia 30-an, agar lebih memperhatikan perubahan pada tubuh. Salah s4atu yang patut diwaspadai adalah bertambahnya lingkar perut.

Melalui video yang diunggah di akun Instagram miliknya, dr Andika menjelaskan bahwa lemak visceral yang menumpuk di sekitar perut bukan sekadar persoalan penampilan. Jaringan lemak tersebut memiliki aktivitas hormonal yang dapat memengaruhi keseimbangan testosteron dalam tubuh.

“Perut buncitmu itu lagi ngabisin hormon testosteron darahmu. Bukan ngasal, ini beneran kejadian di dalam badan kita,” ungkap dr Andika, dikutip Senin (15/8/2026).

Ia menerangkan, jaringan lemak mengandung enzim aromatase. Enzim ini berperan dalam mengubah sebagian testosteron menjadi estrogen. Karena itu, peningkatan jumlah lemak tubuh, terutama lemak di area perut, perlu menjadi perhatian.

“Fun fact-nya, lemak di perut cowok usia 30-an itu unik. Dia punya semacam pabrik yang mengubah testosteron kamu jadi hormon cewek, testosteron jadi estrogen. Jadi, makin gede perutmu, makin banyak testosteron yang keambil,” katanya.

Untuk membantu menjaga kesehatan hormonal, dr Andika menyebut ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya mulai diperhatikan pria dalam kehidupan sehari-hari.

1. Terlalu Sering Mengonsumsi Makanan dan Minuman Manis

Asupan gula yang berlebihan dapat meningkatkan jumlah kalori yang masuk ke tubuh. Apabila tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang memadai, kelebihan energi tersebut berpotensi disimpan sebagai lemak.

Editor : Abriandi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut