Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kebakaran Hebat di Muara Muntai, Kantor BPD Kaltimtara dan 7 Rumah Ludes Dilalap Si Jago Merah
Advertisement . Scroll to see content

Prabowo Kerahkan 60 Ribu Personel Atasi Karhutla, 639 Hektare Lahan Masih Terbakar

Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:17 WIB
  • author Riyan Rizki Roshali
Prabowo Kerahkan 60 Ribu Personel Atasi Karhutla, 639 Hektare Lahan Masih Terbakar
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah untuk mengerahkan seluruh sumber daya secara maksimal dalam menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNewsBalikpapan.id – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah mengerahkan sumber daya secara maksimal untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hingga Selasa (13/10/2026), sekitar 639 hektare lahan di enam provinsi masih dalam proses pemadaman.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, Prabowo menekankan pentingnya memperkuat penanganan karhutla saat memimpin rapat terbatas secara hybrid di Istana Negara, Senin (12/10/2026).

"Presiden meminta agar upaya penanganan karhutla terus diperkuat dan seluruh sumber daya dikerahkan secara optimal untuk mempercepat pemadaman serta mencegah meluasnya kebakaran," ujar Teddy, Selasa (13/10/2026).

Berdasarkan laporan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kebakaran yang masih dalam proses pemadaman tersebar di enam provinsi. Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan menjadi prioritas utama penanganan karena masih membutuhkan upaya pemadaman lebih lanjut.

Sementara itu, kondisi kebakaran di empat provinsi lainnya, yakni Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan, dilaporkan menunjukkan perkembangan yang lebih baik.

60 Ribu Personel Dikerahkan

Untuk mempercepat penanganan karhutla, pemerintah mengerahkan lebih dari 60 ribu personel gabungan melalui operasi pemadaman darat.

Operasi tersebut mencatat tingkat keberhasilan pemadaman lebih dari 80 persen per hari terhadap luas lahan yang baru terbakar. Pemerintah terus mengoptimalkan upaya ini untuk menekan penyebaran api dan mencegah munculnya titik kebakaran baru.

Selain mengandalkan pemadaman darat, pemerintah juga memperkuat operasi udara melalui teknik pengeboman air atau water bombing. Pemerintah turut menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mendorong pertumbuhan awan hujan di wilayah terdampak.

Langkah tersebut diharapkan membantu mempercepat pemadaman, terutama di kawasan yang sulit dijangkau personel darat.

Pemerintah Andalkan Hujan untuk Tekan Karhutla

Pemerintah juga mempertimbangkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan awal musim hujan mulai merata pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026.

Kondisi tersebut diharapkan membantu menekan risiko kebakaran sekaligus mempercepat pemadaman di sejumlah wilayah terdampak.

Meski demikian, pemerintah tetap mengintensifkan operasi darat dan udara untuk memastikan kebakaran tidak meluas sebelum hujan turun secara merata.

Prabowo meminta seluruh jajaran terkait terus memperkuat koordinasi dan memaksimalkan sumber daya agar penanganan karhutla berjalan efektif.

Editor: Mukmin Azis

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut