get app
inews
Aa Text
Read Next : 61 Titik Api Terdeteksi di Kawasan IKN, BNPB : 400 Hektare Lahan Terbakar

Akhir Tragis Orangutan Sempurna, Mati Akibat Paru-paru Rusak Diduga Terpapar Asap Karhutla

Jum'at, 04 September 2026 | 12:33 WIB
header img
Orangutan Sempurna yang ditemukan dalam kondisi pingsan di Ketapang, Kalimantan Barat akhirnya mati akibat kerusakan paru-paru diduga terpapar kabut asap karhutla. (foto: ist)

JAKARTA, iNewsBalikpapan.id - Penyelamatan orangutan yang ditemukan pingsan akibat terpapar kabut asap kebakaran hutan dan lahan di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar), berakhir tragis.

Orangutan yang diberi nama Sempurna itu akhirnya mati pada Minggu (30/8/2026). Kabar kematian orangutan yang ditemukan mengalami mengalami gangguan pernapasan di Desa Kuala Satong, Matan Hilir Utara itu dikonfirmasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar.

“Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan. Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim BKSDA Kalimantan Barat bersama YIARI segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa," jelas Kepala Balai KSDA Kalimantan Barat Murlan Dameria Pane dalam keterangannya, Jumat (4/9/2026).

Sempurna pertama kali dilaporkan ditemukan  sekitar pukul 07.00 WIB di dalam parit kering di area perkebunan kelapa sawit milik warga. Tim BKSDA Kalimantan Barat bersama Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI) langsung melakukan upaya penyelamatan.

Saat ditemukan, orangutan tersebut tidak mampu berdiri dan kesulitan bernapas. Tim BKSDA kemudian memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan intravena dan dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Namun, kondisi Sempurna terus menurun. Sekitar pukul 14.00 WIB, pernapasannya semakin dangkal dan saturasi oksigen tidak terdeteksi.

Setelah menunjukkan tanda-tanda henti napas, tim melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR). Sempurna akhirnya dinyatakan mati pada pukul 15.20 WIB.

Hasil nekropsi yang dilakukan pada 1 September 2026 menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal. 

Editor : Abriandi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut