Sementara untuk kredit modal kerja mengalami kontraksi. Pertumbuhan kredit Kaltim juga didukung oleh stabilitas sistem keuangan yang terjaga sebagaimana diindikasikan oleh tingkat Non-Performing Loan (NPL) sebesar 1,70%.
Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) Kaltim pada November 2025 tercatat masih mengalami kontraksi sebesar 6,74% (yoy), disebabkan utamanya oleh penurunan giro dan deposito masing-masing sebesar 16,08% (yoy) dan 11,50% (yoy)
"Untuk peredaran uang tunai, Kaltim mencatatkan posisi net outflow sebesar Rp491,2 miliar," tambahnya.
Editor : Abriandi
Artikel Terkait
