Waspada Penyebaran Virus Nipah, Bisa Memicu Peradangan Otak

Mei Sada Sirait
Virus Nipah menjadi ancaman terbaru bagi kesehatan manusia setelah ditemukan di India dan menyebar ke seluruh dunia. (Foto: ilustrasi/shutterstock)

JAKARTA, iNewsBalikpapan.id – Virus Nipah termasuk penyakit zoonosis yang perlu mendapat perhatian serius karena mampu menimbulkan dampak kesehatan berat pada manusia. 

Virus Nipah menjadi ancaman terbaru bagi umat manusia setelah ditemukan di India. Tercatat lima orang terinfeksi dan 100 orang dikarantina karena terindikasi terinfeksi. 

Kondisi ini mengundang perhatian dunia dan menjadi pembahasan hangat sejumlah pakar kesehatan. Itu artinya beberapa negara tetangga wajib waspada. 

Tetangga Indonesia, Thailand bahkan telah memberlakukan pemeriksaan ketat penumpang pesawat yang tiba dari India untuk mencegah semakin meluasnya penyebaran virus Nipah. 

Lantas seperti apa gejala dan tanda-tanda jika terinfeksi virus tersebut? Infeksi ini dapat diawali dengan demam tinggi dan berlanjut hingga menyebabkan radang otak atau ensefalitis.

Virus Nipah merupakan patogen yang menular dari hewan ke manusia, dengan kelelawar pemakan buah sebagai inang alaminya. Walaupun kasusnya tergolong jarang, tingkat fatalitas penyakit ini cukup tinggi, sehingga upaya deteksi sejak dini menjadi sangat krusial.

Pada fase awal, gejala virus Nipah kerap menyerupai infeksi pada umumnya. Penderita biasanya mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, serta rasa lemas yang berlebihan. Kondisi tersebut sering membuat infeksi sulit dikenali pada tahap permulaan.

Ketika penyakit berkembang, keluhan yang muncul dapat menjadi lebih serius. Infeksi dapat memicu gangguan pernapasan, mual dan muntah, hingga penurunan tingkat kesadaran. Dalam sejumlah kasus, virus Nipah menyebabkan peradangan pada jaringan otak.

Ensefalitis akibat virus Nipah merupakan komplikasi paling berbahaya. Penderita berisiko mengalami kejang, kebingungan, gangguan orientasi, bahkan koma dalam waktu singkat apabila tidak segera mendapatkan penanganan medis.

Anak-anak, lanjut usia, serta individu dengan daya tahan tubuh rendah termasuk kelompok yang paling rentan mengalami komplikasi berat. Penularan virus dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi atau konsumsi makanan dan minuman yang telah terkontaminasi.

Sampai saat ini, belum tersedia terapi antivirus yang secara khusus ditujukan untuk virus Nipah. Perawatan yang diberikan bersifat suportif, dengan fokus meredakan gejala dan mencegah perburukan kondisi pasien.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lingkungan, menghindari kontak dengan hewan liar, serta memastikan keamanan dan kebersihan makanan serta minuman. 

Pengenalan gejala sejak dini dan penanganan cepat menjadi langkah penting untuk menurunkan risiko kematian akibat virus Nipah

Editor : Abriandi

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network