Wanita Autis di Jombang Tewas Dianiaya Kakak Kandung, Diduga Dipicu Rebutan Bumbu Pecel

iNewsTV
Polres Jombang melakukan ekshumasi makam korban penganiayaan kakak kandung di Jombang. (Foto: iNews)

JOMBANG, iNewsBalikpapan.id – Misteri kematian Khoiriyah (47), perempuan penyandang autisme asal Dusun Pajaran, Desa Peterongan, Kabupaten Jombang, akhirnya terungkap. Korban diduga tewas akibat penganiayaan yang dilakukan kakak kandungnya sendiri, Sulastri, hingga mengalami luka memar di sekujur tubuh.

Kasus ini sempat menyita perhatian warga karena pihak keluarga berupaya langsung memakamkan korban tanpa proses autopsi. Setelah Khoiriyah dinyatakan meninggal dunia pada Jumat lalu, Sulastri disebut menolak jasad adiknya dibawa ke RSUD Jombang untuk pemeriksaan medis dan bersikeras agar korban segera dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Pajaran.

Kecurigaan warga terhadap penyebab kematian korban akhirnya mendorong mereka melapor ke polisi. Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat bersama tim forensik melakukan pembongkaran makam untuk mengungkap penyebab pasti kematian.

"Kami bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat. Dengan bantuan tim dokter forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Kediri, kami membongkar kembali makam korban. Pembongkaran dan autopsi ini dilakukan untuk memastikan penyebab kematian dan melengkapi alat bukti," ujar Kapolsek Peterongan AKP Solihin Budi, Minggu (14/6/2026).

Diketahui, selama ini Khoiriyah tinggal bersama Sulastri di sebuah rumah kos di Desa Jogoroto, Kecamatan Jogoroto, Jombang. Dugaan tindak kekerasan mulai terungkap ketika pelaku meminta bantuan tetangga untuk mengangkat tubuh korban yang tergeletak di kamar mandi.

Saat masuk ke lokasi, warga mendapati korban dalam kondisi tanpa busana dan tubuh dipenuhi lebam hitam kebiruan. Sulastri sempat berdalih bahwa adiknya terjatuh di kamar mandi. Namun, warga menilai luka yang dialami korban tidak wajar sehingga melaporkannya kepada pihak berwenang.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, motif penganiayaan diduga dipicu persoalan sepele. Korban disebut menghabiskan bumbu pecel milik pelaku yang kemudian memicu emosi.

"Motif penganiayaan diduga karena korban menghabiskan bumbu pecel kesukaan pelaku. Pelaku kemudian marah dan memukul korban," kata Emi, nama samaran Ketua RT sekaligus tetangga korban.

Menurut keterangan saksi, korban sempat berusaha melarikan diri dari dalam kos. Namun, pelaku diduga mengejar dan membawa kembali korban ke kamar sebelum kembali melakukan penganiayaan hingga korban tak sadarkan diri.

Saat ini, Sulastri telah diamankan Satreskrim Polres Jombang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mendalami kasus tersebut dan menunggu hasil pemeriksaan forensik guna melengkapi proses penyidikan.

Editor : Mukmin Azis

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network