BALIKPAPAN. iNewsBalikpapan.id - PT BJP, sebuah perusahaan kontraktor nasional, menyampaikan permohonan dukungan dan perhatian dari pemerintah terkait proses penyelesaian administratif pembayaran senilai Rp9,2 miliar atas pekerjaan Central Process Facility (CPF) serta Camp Permanen pada Proyek Karamba di Kalimantan Timur.
Pembayaran tersebut saat ini masih dalam proses penuntasan bersama mitranya, PT HIS, yang merupakan bagian dari ekosistem operasional di bawah pengawasan SKK Migas.
Direktur PT BJP, Syahrul, menjelaskan bahwa seluruh penyelesaian operasional dan penyerahan fasilitas pendukung telah dilaksanakan.
"Tagihan atas pekerjaan Central Process Facility (CPF) dan Camp Permanen Proyek Karamba di Kalimantan Timur tersebut, duduga ditahan oleh perusahaan asing, yakni HBP Science & Technology Corporation LTD / PT HIS, yang merupakan mitra dari PT Indosino Oil & Gas yang beroperasi di bawah pengawasan SKK Migas," kata dia dalam keterangan tertulisnya Sabtu, 29 Agustus 2026.
Pihaknya berharap proses penyesuaian kewajiban keuangan yang telah berjalan sejak akhir tahun lalu dapat segera menemui titik terang agar operasional bisnis dapat kembali berjalan optimal.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
