Tiga Tahun Berturut-turut Raih Penghargaan
Penghargaan tahun ini menjadi pencapaian istimewa bagi PLN UID Kaltimra karena merupakan tahun ketiga secara berturut-turut perusahaan meraih penghargaan dalam ajang Nusantara CSR Awards.
Pada 2024, PLN meraih penghargaan melalui Program Pengembangan Kawasan Wisata dan UMKM Pantai Ambalat pada kategori Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Kemudian pada 2025, PLN UID Kaltimra meraih Platinum Award kategori Daur Ulang melalui Program Sekolah Pantai Indonesia (SPI) di SMKN 5 Balikpapan.
Konsistensi tersebut menunjukkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, tetapi diarahkan untuk menciptakan dampak yang terukur dan berkelanjutan.
Chairman La Tofi School of Social Responsibility, La Tofi, mengatakan penghargaan diberikan kepada perusahaan yang mampu menghadirkan program tanggung jawab sosial dengan dampak nyata dan berkelanjutan.
“Perusahaan-perusahaan yang memperoleh penghargaan tahun ini menunjukkan komitmen kuat dalam menjalankan program sosial yang tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga mampu menciptakan kemandirian dan keberlanjutan bagi masyarakat,” ujar La Tofi.
Rumah BUMN Dorong UMKM Nunukan Naik Kelas
General Manager PLN UID Kaltimra Muchamad Chaliq Fadli mengatakan penghargaan tersebut menjadi pengakuan terhadap komitmen PLN dalam menghadirkan program TJSL yang memberikan manfaat bagi masyarakat, lingkungan dan perusahaan.
Menurutnya, keberhasilan program tidak dapat diukur hanya dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari perubahan yang dihasilkan di tengah masyarakat.
“Keberhasilan program TJSL tidak diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari perubahan nyata yang mampu diciptakan. Rumah BUMN Nunukan kami hadirkan untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat, meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, serta membuka akses menuju pasar yang lebih luas,” ujar Chaliq.
Ia menilai wilayah perbatasan bukan kawasan yang memiliki keterbatasan, melainkan menyimpan potensi besar untuk dikembangkan apabila mendapatkan pendampingan, kolaborasi dan akses terhadap peluang usaha.
Rumah BUMN Nunukan menjadi salah satu upaya untuk mewujudkan hal tersebut.
Berlokasi di Kabupaten Nunukan yang berbatasan langsung dengan Malaysia, Rumah BUMN menjadi pusat pemberdayaan UMKM dengan berbagai program pendampingan.
Program tersebut meliputi pelatihan kewirausahaan, peningkatan kualitas dan inovasi produk, penguatan legalitas usaha, sertifikasi, digitalisasi pemasaran hingga fasilitasi promosi dan perluasan akses pasar.
Pendampingan yang dilakukan secara konsisten mendorong pelaku UMKM binaan meningkatkan daya saing produk. Bahkan, sejumlah pelaku usaha mulai memiliki peluang untuk memperluas pasar hingga ke tingkat internasional.
Bangun Ekosistem UMKM Berkelanjutan
Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN UID Kaltimra Muchamad Meiryandi mengatakan keberhasilan Rumah BUMN Nunukan tidak terlepas dari kolaborasi antara PLN, pemerintah daerah, komunitas, akademisi dan pelaku UMKM.
Menurutnya, Rumah BUMN tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelatihan, tetapi telah berkembang menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku usaha.
“Rumah BUMN Nunukan tidak sekadar menjadi pusat pelatihan, tetapi telah berkembang menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku UMKM dengan berbagai peluang pengembangan usaha,” jelas Meiryandi.
Pendampingan yang berkelanjutan, lanjut dia, membuat UMKM semakin adaptif terhadap perubahan, mampu memanfaatkan teknologi digital, meningkatkan kualitas produk dan memperluas jaringan pemasaran.
“Inilah esensi pemberdayaan yang sesungguhnya, yaitu membangun kapasitas masyarakat agar mampu tumbuh, mandiri, dan berdaya saing secara berkelanjutan,” katanya.
Editor : Mukmin Azis
Artikel Terkait
