Menurut Raditya, pembangunan sarana perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar manfaat program dapat terus berkembang setelah program terlaksana.
“Karena itu, selain pembangunan sarana, kami memberikan perhatian pada peningkatan kompetensi masyarakat. Mulai dari bagaimana UMKM membangun karakter usahanya, menghasilkan foto produk yang menarik, hingga memanfaatkan konten digital untuk promosi. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh dapat langsung diterapkan dan memberikan nilai tambah bagi usaha masyarakat,” tambahnya.
Desa Saing Prupuk memiliki beragam produk UMKM potensial, antara lain ecoprint, jahe merah, madu kelulut, serta berbagai produk olahan pangan dan kerajinan. Sementara itu, Riam Batu Padas menjadi salah satu potensi wisata desa yang terus dapat dikembangkan.
Pengembangan kedua sektor tersebut diarahkan agar dapat saling mendukung. Seiring berkembangnya kunjungan ke kawasan wisata, produk-produk UMKM lokal diharapkan memiliki ruang pemasaran yang semakin luas sekaligus menjadi bagian dari identitas dan daya tarik Desa Saing Prupuk.
Melalui program ini, PLN UIP KLT berharap pengembangan wisata dan pemberdayaan UMKM dapat tumbuh sebagai satu ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan. Pembangunan sarana Wisata Riam Batu Padas akan terus dilanjutkan sesuai tahapan program dan disertai pendampingan masyarakat agar manfaat yang tercipta dapat terus berkembang serta memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi Desa Saing Prupuk.
Editor : Mukmin Azis
Artikel Terkait
