Menurut Sugeng, kejadian bermula ketika JA dan DRS berada di lokasi pesta tuak yang sama. Saat DRS bernyanyi bersama teman-temannya, JA diduga tersinggung dengan lirik lagu yang dinilai kurang sopan.
Ketika kembali dari kamar mandi, JA mempertanyakan maksud lirik tersebut kepada korban. Percakapan itu kemudian memanas hingga keduanya terlibat perdebatan yang berlanjut menjadi perkelahian.
Orang-orang di lokasi sempat melerai pertikaian tersebut. Namun, masalah belum benar-benar selesai.
Dalam perjalanan pulang melalui jalan yang sama, JA dan DRS kembali terlibat perselisihan. Teman-teman mereka sekali lagi berusaha memisahkan keduanya hingga situasi mereda.
Ketegangan kembali memuncak ketika DRS mendatangi rumah JA dan menantangnya. Korban disebut menggedor-gedor pintu rumah sehingga JA tersulut emosi.
Dalam kondisi emosi, JA diduga mengambil senapan angin dan menembak ke arah DRS. Peluru senapan tersebut mengenai bagian dada korban.
Setelah melepaskan tembakan, JA melarikan diri melalui pintu belakang rumahnya. Dia disebut tidak mengetahui kondisi korban setelah kejadian.
"JA mengakui bahwa dia tidak membidik dengan teliti, hanya menembak ke arah DRS. Setelah menembak, JA melarikan diri melalui pintu belakang rumahnya tanpa mengetahui kondisi korban sebenarnya," ujar Sugeng, Sabtu (10/10/2026).
DRS yang mengalami luka serius kemudian dibawa ke Puskesmas Tiga Runggu untuk mendapatkan pertolongan pertama. Korban selanjutnya dirujuk ke RSUD Djasamen Saragih, Pematangsiantar, untuk menjalani perawatan medis.
Editor : Mukmin Azis
Artikel Terkait
