Bayan sebelumnya menyampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) jika Low dan putrinya telah menyelesaikan penjualan 30,25 persen saham perusahaan kepada Jhonlin Baratama pada 7 Oktober 2026.
Saat ini, kepemilikan saham Low di Bayan turun dari 40,15 persen menjadi 9,95 persen. Sementara itu, saham putrinya, Elaine, turun dari 22,1 persen menjadi 22,05 persen.
Sekadar diketahui, Bayan Resources adalah salah satu produsen batu bara termal terbesar dan paling menguntungkan di Indonesia. Bayan fokus pada produksi batu bara yang digunakan untuk pembangkit listrik.
The Business Times mencatat, Bayan membukukan laba bersih 943 juta dolar AS dari pendapatan 3,43 miliar dolar AS. Perusahaan tersebut memproduksi sekitar 68 juta ton batu bara sepanjang tahun lalu.
Editor : Abriandi
Artikel Terkait
