Sementara itu, Manager Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 2 (UPP KLT 2), Jefry Sambara Palelleng, menyampaikan bahwa pembangunan SUTT 150 kV Muara Wahau–Sangatta merupakan bagian dari upaya PLN dalam memperkuat infrastruktur penyaluran tenaga listrik guna mendukung pertumbuhan kebutuhan listrik masyarakat dan perkembangan aktivitas perekonomian di wilayah Kutai Timur.
“Pembangunan SUTT 150 kV Muara Wahau–Sangatta menjadi salah satu upaya PLN dalam memperkuat infrastruktur kelistrikan di Kalimantan Timur. Dalam pelaksanaannya, dukungan pemerintah daerah sangat diperlukan, terutama untuk membantu penyelesaian berbagai kebutuhan di lapangan agar tahapan pembangunan dapat berjalan dengan baik,” ujar Jefry.
Melalui koordinasi tersebut, diharapkan proses tindak lanjut pemanfaatan aset daerah dapat memperoleh kejelasan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku, sehingga mendukung kelanjutan tahapan pembangunan SUTT 150 kV Muara Wahau–Sangatta.
Raditya menambahkan bahwa sinergi dengan pemerintah daerah akan terus menjadi bagian terpenting dalam pelaksanaan pembangunan proyek ketenagalistrikan PLN, terutama untuk memastikan pembangunan berjalan dengan memperhatikan kepentingan seluruh pihak.
“Kami berharap koordinasi yang telah terjalin dapat terus diperkuat sehingga berbagai kebutuhan dalam proses pembangunan dapat ditindaklanjuti secara bersama-sama. Melalui sinergi ini, PLN berkomitmen menghadirkan infrastruktur ketenagalistrikan yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan mendukung pertumbuhan daerah,” tutup Raditya.
Editor : Mukmin Azis
Artikel Terkait
