Viral Kapolres Kapuas Hulu AKBP Wisnu Perdana Tampar Warga yang Asyik Ngopi di Terminal Kedamin

Abriandi
Kapolres Kapuas Hulu AKBP Wisnu Perdana Putra terekam kamera pengawas memukul warga di Terminal Bus Kedamin, Kapuas Hulu. (foto: ist/tangkapan layar)

PUTUSSIBAU, iNewsBalikpapan.id - Aksi arogan kembali ditunjukkan oknum anggota Polri. Kali ini, Kapolres Kapuas Hulu AKBP Wisnu Perdana Putra terekam kamera pengawas menampar warga di Terminal Bus Kedamin, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Aksi pemukulan terhadap korban, Iki Adi yang sedang asyik duduk minum kopi itu terjadi pada Jumat (30/10) dan viral di media sosial. Saat kejadian, Wisnu sedang melaksakan program kerja bakti dan berdialog langsung dengan masyarakat di terminal Kedamin.

Iki Adi, korban pemukulan Kapolres Kapuas Hulu AKBP Wisnu Perdana Putra. (foto: ist)

Dalam video yang beredar, korban sedang asyik menonton di HP. Wisnu kemudian lewat dan menegur rekan korban yang duduk di depannya. Sebaliknya, korban tetap fokus dengan tontonannya.

Hal tersebut membuat Wisnu naik pitam yang kemudian mendatangi korban dan langsung memukul bagian perut korban.

"Kau preman di sini," tanya Wisnu.

"Bukan pak," jawab korban.

"Kau kalau diajak ngomong, yang sopan," tukas Wisnu sambil menampar mulut korban.

Setelah itu, Wisnu kemudian meninggalkan korban. Namun, rekaman video pemukulan yang berasal dari kamera pengawas di Tempat Kejadian Perkara bocor dan viral di media sosial.

Arogansi Wisnu tersebut kemudian mengundang kecaman dari netizen dan masyarakat Kapuas Hulu.

Kapolres Wisnu kemudian mencoba meredam situasi dengan menyampaikan permohonan maaf kepada korban Iki Adi dalam pertemuan Ruangan Kapolres Kapuas Hulu, Jumat (30/10/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.

Wisnu mengakui kesalahannya dan menyampaikan penyesalan, serta menyatakan kesediaannya untuk mengikuti ketentuan hukum adat yang berlaku.

"Sata berharap permohonan maaf dapat diterima dan peristiwa yang terjadi dapat menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi serta membangun hubungan persaudaraan yang lebih baik," kata Kapolres dikutip dari laman Polres Hulu Sungai Selatan.

Sementara pihak keluarga Iki Adi mengaku kecewa atas kejadian tersebut. Meski demikian, pihak keluarga menyatakan bersedia menerima permohonan maaf dan menyelesaikan permasalahan melalui mekanisme hukum adat Punan Uheng Kareho.
 

Editor : Abriandi

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network