Sudah 28 Pengendara di Balikpapan Kena e-TLE Operasi Zebra Mahakam 2022

Roy Marisi
.
Rabu, 05 Oktober 2022 | 18:44 WIB
Satlantas Polresta Balikpapan sudah menjaring 28 pelanggar lalu lintas selama Operasi Zebra Mahakam 2022. (iNews.id/RoyM)

BALIKPAPAN, iNews.id – Baru dua hari Operasi Zebra Mahakam 2022 berlangsung, jajaran Satlantas Polresta Balikpapan sudah menjaring 28 pelanggar aturan lalu lintas. Para pelanggar tersebut dikenakan tilang elektronik atau electronic Traffic Law Enforcement (e-TLE).

Kasatlantas Polresta Balikpapan Komisaris Ropiyani mengungkap, jumlah pelanggar masih didominasi oleh pengendara roda dua. Mereka rata-rata melanggar ketentuan lampu isyarat lalu lintas atau traffic light.

"Umumnya (pelanggar) itu menerobos lampu merah. Pada hari pertama ada 13 yang ditilang elektronik, hari ke dua ada 15 tilang," ujarnya, Rabu (5/10/2022).

Operasi Zebra Mahakam 2022 dijadwalkan berakhir pada 14 Oktober mendatang. Mengamati itu, Ropiyani menyerukan kepada pengguna jalan untuk disiplin berlalu lintas.

Selama operasi berlangsung pihaknya memberi perhatian serius terhadap tujuh jenis pelanggaran lalu lintas. Beberapa di antaranya, tidak mengenakan helm, menggunakan HP sambil berkendara, pengendara belum cukup umur dan melawan arus.

"Dalam berkendara perlu memperhatikan safety riding dan kelengkapan administrasi kendaraan. Utamakanlah keselamatan," katanya.

Untuk diketahui, penerapan e-TLE selama Operasi Zebra Mahakam 2022 diprioritaskan pada wilayah yang telah mendapat dukungan sarana tersebut. Kota Balikpapan menjadi daerah pertama di Kalimantan Timur (Kaltim) yang akan menerapakan kebijakan tersebut.

Dirlantas Polda Kaltim Kombes Sonny Irawan saat gelar Ops Zebra Mahakam 2022, Senin (3/10) lalu mengatakan, pengawasan secara mobile akan turut dilakukan oleh petugas di titik-titik rawan pelanggaran.

“Anggota akan dilengkapi kamera di helm maupun di badan. Jadi begitu mendapati adanya pelanggaran bisa dilakukan e-TLE,” jelasnya.

Meski demikian, di wilayah yang belum menerapkan e-TLE akan tetap mengedepankan langkah preventif dan preemtif selama operasi berlangsung, guna memberikan rasa aman dan nyaman berlalulintas bagi pengguna jalan.

"Di wilayah yang belum bisa menerapkan e-TLE tetap melakukan edukasi pendekatan persuasif, yang terpenting kehadiran petugas untuk memberikan aman nyaman berlaluintas dan melayani masyarakat." tuturnya.

Editor : Mukmin Azis
Bagikan Artikel Ini