get app
inews
Aa Text
Read Next : Jual Miras di Bulan Ramadan, Pemilik Toko di Palaran Digiring ke Kantor Polisi

Waspada Penipuan SMS e-Tilang Palsu, Bisa Bikin Isi Rekening Tekor

Kamis, 26 Februari 2026 | 07:20 WIB
header img
Pemilik kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat diimbau untuk mewaspadai SMS blast e-tilang palsu. (foto: Ilustrasi/ Pixabay)

JAKARTA, iNewsBalikpapan.id - Pemilik kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat diimbau untuk mewaspadai SMS blast e-tilang palsu. Hal ini menyusul terbongkarnya sindikat penipuan online modus SMS e-tilang.

Sindikat sms e-tilang palsu ini dikendalikan Warga Negara China (WNA) dan sudah beraksi sejak 2025 lalu. Mereka mengincar data pribadi terutama kartu kredit maupun aplikasi perbankan korbannya.

Dirtipidsiber Bareskrim Polri, Brigjen Pol Himawan Bayu Aji menjelaskan, kasus ini terungkap setelah polisi menerima laporan masyarakat dan pihak Kejaksaan Agung pada Desember 2025. 

Hasil penyelidikan tim patroli siber menemukan sekitar 124 tautan website phishing yang tampilannya menyerupai situs resmi pembayaran e-tilang milik Kejaksaan Agung (https://tilang.kejaksaan.go.id).

Salah satu korban yang menerima SMS e-tilang palsu mengaku kehilangan dana di kartu kreditnya setelah mengklik tautan dari nomor tak dikenal.

"Korban diarahkan ke situs e-tilang palsu yang tampilannya mirip dengan situs resmi Kejagung. Karena korban meyakini website tersebut asli, korban memasukkan data pribadi dan data kartu kreditnya," jelas Himawan dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (24/2/2026). 

Akibat transaksi debit ilegal atau unauthorized debit transaction pada kartu kredit tersebut, korban mengalami kerugian sebesar 2.000 Riyal Arab Saudi, atau setara dengan Rp8,8 juta.

Bareskrim yang melakukan penyelidikan akhirnya meringkus lima anggota sindikat yakni WTP (29), FN (41), RW (40), BAP (38), dan RJ (29). Para pelaku mengirimkan pesan singkat berisi tagihan denda pelanggaran lalu lintas yang disertai tautan (link) palsu kepada calon korbannya.

Editor : Abriandi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut