25 Siswa SDN 008 Waru PPU Diduga Keracunan Usai Konsumsi MBG, Pemkab Akan Panggil SPPG
Pihak SPPG mengakui bahwa sebagian menu MBG yang disajikan hari ini tidak dimasak sendiri, melainkan dibeli dari pihak ketiga atau UMKM masyarakat. Andi menjelaskan, pihak SPPG mengakui sebagian menu MBG yang disajikan tidak dimasak langsung oleh petugas resmi. Makanan tersebut disebut dibeli dari pihak ketiga atau pelaku UMKM setempat.
“Info dari SPPG, memang benar ada menu yang dibeli dari masyarakat hari ini. Kami sudah konfirmasi dan mereka membenarkan ada pembelian luar. Namun, saya tegaskan ini adalah yang terakhir kalinya,” katanya.
Padahal, sesuai standar operasional program MBG, seluruh makanan wajib diolah langsung oleh petugas resmi yang telah direkrut dan mendapatkan pelatihan.
“Makan tidak boleh diambil dari luar. Harus diolah sendiri oleh SPPG. Itulah gunanya kita merekrut dan melatih petugas pengolah, agar makanan yang sampai ke tangan anak-anak benar-benar higienis, bergizi, dan terpantau kualitasnya,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten PPU akan memanggil seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi tersebut, termasuk pengelola SPPG, guna mengetahui penyebab pasti insiden tersebut.
Meski demikian, Pemkab PPU memastikan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan. Namun pengawasan akan diperketat agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Editor : Mukmin Azis