get app
inews
Aa Text
Read Next : Operasi Zebra Mahakam 2025, Satlantas Polresta Balikpapan Jaring 939 Kendaraan

Disiram Air Panas Orangtua Angkat, Perempuan di Balikpapan Alami Luka Bakar

Senin, 16 Februari 2026 | 19:56 WIB
header img
KH (21), warga Kelurahan Baru Tengah, Balikpapan Barat, Kalimantan Timur, diduga menjadi korban penganiayaan berat yang dilakukan pasangan suami istri yang juga orangtua angkatnya. (Foto: ist)

BALIKPAPAN, iNewsBalikpapan.id - Seorang perempuan berinisial KH (21), warga Kelurahan Baru Tengah, Balikpapan Barat, Kalimantan Timur, diduga menjadi korban penganiayaan berat yang dilakukan pasangan suami istri yang juga orangtua angkatnya, AS (44) dan ML (36). Dugaan kekerasan itu menyebabkan korban mengalami luka bakar serius serta sejumlah cedera fisik.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (10/2/2026) sekitar pukul 18.00 WITA di kawasan Jalan Bukit, Klandasan Ilir, Balikpapan Kota. KH diduga disiram air panas hingga mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuhnya.

Kasus ini mencuat setelah warga di sekitar Bukit Niaga, Pasar Baru, melihat korban berjalan seorang diri dalam kondisi lemas. Warga yang mendapati KH mengalami luka bakar segera memberikan pertolongan dan membawanya ke kantor kelurahan setempat. Aparat kepolisian kemudian mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Bhayangkara sebelum akhirnya merujuknya ke RSUD Balikpapan untuk menjalani perawatan intensif.

Saat berada di rumah keluarga kandungnya, kondisi KH masih terlihat memprihatinkan. Hampir seluruh bagian kepala dan pipinya tertutup perban tebal. Lengan dan kaki kanannya juga masih terbalut perban akibat luka bakar serta cedera lainnya.

Kakak kandung korban, Salman, mengatakan KH melarikan diri dari rumah karena tidak sanggup lagi menahan rasa sakit usai diduga disiram air panas saat waktu Magrib.

“Waktu Magrib dia disiram air panas. Setelah itu dia langsung kabur dari rumah, kondisi wajahnya sudah rusak,” ujar Salman, Minggu (15/2/2026).

Salman mengaku keluarga baru mengetahui kejadian tersebut dua hari setelah peristiwa terjadi, ketika mendapat kabar bahwa KH dirawat di rumah sakit. Meski sedang bekerja, ia langsung menuju rumah sakit untuk memastikan kondisi adiknya.

“Saya dapat kabar hari Kamis saat sedang kerja. Tapi saya langsung ke rumah sakit karena kondisi adik saya sudah parah,” katanya.

Berdasarkan cerita korban, dugaan kekerasan disebut telah berlangsung lama. KH diduga mulai mengalami perlakuan kasar sejak usia sekitar 11 tahun, setelah keluarga menitipkannya kepada pasangan tersebut untuk menjalani perawatan karena sakit.

“Awalnya kami titipkan karena dia sakit dan perlu dirawat. Setelah sembuh, malah diperlakukan seperti pembantu, dipaksa kerja terus dan sering dipukul,” tutur Salman.

Ia menambahkan, dugaan kekerasan dilakukan secara bergantian oleh kedua orangtua angkatnya. Korban disebut mengalami pemukulan di bagian kepala, badan, hingga kaki, serta tekanan untuk terus bekerja meskipun dalam keadaan lelah. Akibat situasi tersebut, pendidikan KH terhenti di tingkat sekolah menengah pertama karena harus mengerjakan pekerjaan rumah setiap hari.

Keluarga telah melaporkan dugaan penganiayaan ini ke Polresta Balikpapan. Pihak kepolisian membenarkan telah menerima laporan dan kini masih melakukan penyelidikan.

Editor : Mukmin Azis

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut