Longsor Gunung Sampah TPST Bantargebang, 6 Orang Tewas 1 Belum Ditemukan
JAKARTA, iNewsBalikpapan.id – Jumlah korban tewas akibat longsor gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang terus bertambah. Hingga Senin (9/3/2026), tim SAR gabungan mencatat enam orang meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih dalam proses pencarian.
Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menyampaikan bahwa pada awal kejadian terdapat laporan 13 orang tertimbun longsoran sampah. Dari jumlah tersebut, enam orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.
“Data sementara, enam orang selamat dan enam lainnya ditemukan meninggal dunia,” ujar Desiana dalam keterangannya, Senin (9/3/2026).
Dengan perkembangan tersebut, masih tersisa satu korban yang belum ditemukan. Korban yang masih dalam pencarian diketahui bernama Riki.
“Korban yang masih dicari saat ini berjumlah satu orang atas nama Riki,” katanya.
Dalam proses pencarian, tim SAR gabungan mengerahkan sejumlah peralatan berat untuk mempercepat evakuasi. Alat berat berupa ekskavator digunakan untuk membuka timbunan sampah yang menutupi lokasi kejadian.
Selain itu, tim juga memanfaatkan teknologi drone thermal untuk membantu mendeteksi panas tubuh korban yang mungkin masih tertimbun di bawah material sampah.
Desiana menambahkan, jumlah korban masih bisa berubah karena proses pendataan terus dilakukan berdasarkan keterangan saksi di lokasi serta laporan keluarga yang kehilangan anggota keluarganya.
Daftar Korban Longsor TPST Bantargebang
Korban Selamat:
Budiman
Johan
Safifudin
Slamet
Ato
Dofir
Korban Meninggal Dunia:
Enda Widayanti – ditemukan Minggu (8/3/2026)
Sumine – ditemukan Minggu (8/3/2026)
Dedi Sutrisno – ditemukan Minggu (8/3/2026)
Irwan Supriatin – ditemukan Minggu (8/3/2026)
Jussova Situmorang – ditemukan Senin (9/3/2026)
Hardianto – ditemukan Senin (9/3/2026)
Korban Masih Dalam Pencarian:
Riki
Tim SAR masih melanjutkan proses pencarian di lokasi longsor dengan mengutamakan keselamatan petugas di tengah kondisi timbunan sampah yang berpotensi kembali bergerak.
Editor : Mukmin Azis