get app
inews
Aa Text
Read Next : Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.346 per Dolar AS, Tekanan Global dan Harga Minyak Jadi Pemicu

Iran Gempur Pangkalan AS di Timur Tengah, 16 Fasilitas Rusak Parah

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:27 WIB
header img
Iran dilaporkan menghancurkan sebagian besar fasilitas militer AS di Timur Tengah (Foto: AP)

WASHINGTON, iNewsBalikpapan.idIran dilaporkan menghancurkan dan merusak sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah dalam konflik yang berlangsung lebih dari satu bulan.

Laporan investigasi CNN menyebutkan, Iran bersama kelompok proksinya menyerang sedikitnya 16 pangkalan militer AS yang tersebar di delapan negara, termasuk Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Yordania, Irak, Arab Saudi, dan Oman.

Serangan tersebut merupakan balasan atas operasi gabungan Amerika Serikat dan Israel yang berlangsung sejak 28 Februari hingga 7 April 2026.

Berdasarkan hasil investigasi yang menggunakan citra satelit serta keterangan langsung dari personel militer, sejumlah fasilitas dilaporkan mengalami kerusakan parah, bahkan tidak dapat beroperasi kembali.

Seorang ajudan anggota Kongres AS yang tidak disebutkan namanya mengakui tingkat kerusakan cukup signifikan, terutama pada fasilitas strategis.

“Ada penilaian yang menyebut beberapa fasilitas hancur total, namun ada juga yang masih bisa diperbaiki karena perannya penting bagi kepentingan militer AS,” ujarnya.

Sumber tersebut menambahkan, Iran dinilai mampu mengidentifikasi target paling vital dengan biaya serangan yang relatif efisien. Salah satu sasaran utama adalah sistem radar milik AS yang bernilai mahal dan jumlahnya terbatas di kawasan.

Sumber pejabat lain bahkan menyebut skala kerusakan ini sebagai yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Saya belum pernah melihat hal seperti ini sebelumnya,” katanya.

Citra satelit yang diungkap dalam investigasi juga menunjukkan serangan menyasar instalasi radar canggih, sistem komunikasi, hingga pesawat militer.

Di sisi lain, konflik ini menimbulkan kerugian besar. Pejabat anggaran Pentagon, Jules Hurst III, sebelumnya menyebut biaya perang mencapai 25 miliar dolar AS atau sekitar Rp433 triliun. Namun, sejumlah sumber memperkirakan angka tersebut bisa membengkak hingga 40–50 miliar dolar AS.

Dampak konflik juga dirasakan negara-negara sekutu AS di kawasan Teluk. Mereka dilaporkan mulai mempertanyakan ketahanan aliansi dengan Washington.

“Perang ini menunjukkan bahwa aliansi dengan AS tidak sepenuhnya tidak tergoyahkan,” ujar seorang pejabat Saudi kepada CNN.

Editor : Mukmin Azis

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut