Hantavirus Merebak di Dunia, Calon Pandemi Baru setelah Covid-19?
JAKARTA, iNewsBalikpapan.id – Wabah Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius yang beroperasi di wilayah Antartika bikin heboh dunia kesehatan. Kemunculan virus langka ini akankah menjadi calon pandemi baru?
Hantavirus menggemparkan dunia medis karena diduga menyebabkan sejumlah korban meninggal dunia. Yang bikin khawatir, ada indikasi penularan terbatas antarmanusia pada jenis virus tertentu.
Kondisi itu membuat Hantavirus dinilai berpotensi menjadi ancaman kesehatan serius apabila penyebarannya tidak segera dikendalikan.
Hantavirus sendiri merupakan kelompok virus yang berasal dari hewan pengerat seperti tikus dan mencit. Penularannya ke manusia umumnya terjadi melalui kontak dengan urine, air liur, maupun kotoran tikus yang telah terkontaminasi virus. Ketika partikel tersebut mengering dan terhirup melalui udara, risiko infeksi dapat meningkat.
Paparan juga dapat terjadi saat seseorang membersihkan gudang, loteng, rumah kosong, atau area yang banyak terdapat tikus tanpa menggunakan alat pelindung seperti masker dan sarung tangan. Karena itu, kebersihan lingkungan menjadi faktor penting dalam pencegahan penyebaran virus ini.
Secara umum, Hantavirus terbagi menjadi dua kelompok penyakit utama. Jenis pertama adalah Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) atau Hantavirus Cardiopulmonary Syndrome (HCPS) yang banyak ditemukan di kawasan Amerika. Jenis ini dikenal sangat berbahaya karena menyerang paru-paru dan sistem pernapasan dengan tingkat kematian yang tinggi.
Gejala awal infeksi biasanya berupa demam, nyeri otot, sakit kepala, mual, muntah, serta tubuh terasa lemas. Namun dalam beberapa hari, kondisi pasien dapat memburuk dengan cepat hingga mengalami sesak napas berat akibat paru-paru dipenuhi cairan. Tingkat fatalitas HPS disebut dapat mencapai 38 hingga 50 persen.
Editor : Abriandi