Ayah Korban Bongkar Lambannya Penanganan Kasus Kiai Cabuli Santriwati di Pati
JAKARTA, iNewsBalikpapan.id – Fakta baru terungkap di balik penangkapan Ashari (51), oknum kiai tersangka pencabulan puluhan santriwati di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Ayah salah satu korban mengungkap dirinya telah melaporkan dugaan tindakan bejat tersebut sejak Juli 2024. Namun, proses penanganannya disebut berjalan sangat lambat.
Dalam konferensi pers bersama tim Hotman Paris Hutapea di Kelapa Gading, Kamis (7/5/2026), ayah korban membeberkan perjuangannya mencari keadilan.
Dia mengaku langsung melapor ke polisi setelah mencocokkan pengakuan anaknya dengan keterangan santriwati lain.
“Ternyata apa yang dikatakan anak saya cocok dengan apa yang diperlakukan Pak Kiai kepada anak-anak tadi. Masalah pelecehan seksual,” ujarnya lirih.
Namun, laporan tersebut justru diikuti berbagai tekanan mental. Ia mengaku mendapat intimidasi hingga ancaman dari pihak keluarga pelaku setelah membuat laporan resmi ke kepolisian.
Tak hanya itu, kondisi ekonomi juga menjadi hambatan besar. Pria tersebut mengaku harus berutang demi membiayai perjuangan hukumnya, termasuk untuk biaya transportasi dan mencari bantuan hukum.
“Namanya orang kurang duit, Pak, sampai utang-utang. Sampai kemarin saja untuk uang bensin masih ada yang utang,” tuturnya.
Editor : Mukmin Azis