Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : YBM PLN UP3 Bontang Hadirkan Semangat Berbagi melalui Jumat Berkah untuk Anak Panti Asuhan Aisyiyah
Advertisement . Scroll to see content

Perjuangan 10 Jam Tembus Pedalaman, PLN Akhirnya Terangi 331 Rumah di Tanjung Nanga

Selasa, 07 Juli 2026 | 20:23 WIB
  • author Mukmin Azis
Perjuangan 10 Jam Tembus Pedalaman, PLN Akhirnya Terangi 331 Rumah di Tanjung Nanga
PLN berhasil menghadirkan listrik bagi 331 pelanggan di Desa Tanjung Nanga, Malinau, Kalimantan Utara.(Foto: PLN)

MALINAU, iNewsBalikpapan.id – Penantian panjang warga Desa Tanjung Nanga, Kecamatan Malinau Selatan Hulu, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, akhirnya berakhir. Setelah bertahun-tahun hidup tanpa listrik PLN, sebanyak 331 pelanggan kini dapat menikmati aliran listrik yang membuka harapan baru bagi masyarakat di wilayah pedalaman tersebut.

Di balik hadirnya listrik, tersimpan perjuangan panjang para insan PLN yang harus menempuh perjalanan hingga 10 jam, melewati jalan berlumpur, membawa material pembangunan, hingga bekerja jauh dari keluarga demi mewujudkan pemerataan energi.

Salah satu kisah datang dari Fendy Yulio Prasetyo, pegawai PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Benua Etam. Bersama timnya, ia berulang kali menempuh perjalanan dari Berau menuju Tanjung Nanga dengan kondisi medan yang tidak mudah.

Saat musim hujan, jalan tanah berubah menjadi lumpur yang membuat kendaraan pengangkut material kerap tersendat. Bahkan, beberapa kali distribusi material harus tertunda karena kendaraan tidak mampu melintasi jalur yang licin.

"Kadang kendaraan harus berjalan sangat pelan karena kondisi jalan yang licin. Pernah juga material tertahan karena kendaraan tidak bisa langsung melintas. Tetapi kami tetap berupaya agar pekerjaan terus berjalan karena masyarakat sudah lama menantikan listrik hadir di desa ini," ujar Fendy.

Meski harus bekerja dengan keterbatasan fasilitas dan minimnya akses komunikasi, semangat warga menjadi penyemangat tersendiri bagi seluruh tim.

"Setiap kali bertemu warga, kami semakin memahami betapa besar harapan mereka terhadap listrik PLN. Itu yang membuat kami dan teman-teman terus bersemangat menyelesaikan pekerjaan," katanya.

Lima Bulan Pembangunan, 331 Pelanggan Kini Nikmati Listrik

Perjuangan tersebut membuahkan hasil setelah lebih dari lima bulan pembangunan.

PLN berhasil membangun jaringan tegangan menengah sepanjang 4,19 kilometer sirkuit, jaringan tegangan rendah sepanjang 4,77 kilometer sirkuit, serta tiga gardu distribusi dengan kapasitas total 300 kVA untuk melayani 331 pelanggan di Desa Tanjung Nanga.

Namun pekerjaan tidak berhenti setelah jaringan selesai dibangun.

Tim PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Malinau memastikan setiap rumah dapat langsung menikmati listrik melalui proses penyambungan dan pemasangan kWh meter.

Pegawai PLN ULP Malinau, Izar Zuhdi, bersama tim bahkan menetap hampir sepekan di desa tersebut untuk melakukan pemeriksaan instalasi hingga penyambungan listrik ke seluruh rumah pelanggan.

"Bagi kami, tugas tidak berhenti ketika jaringan selesai dibangun. Kami bertugas memastikan sebanyak 331 pelanggan dapat langsung menikmati listrik dengan aman. Karena itu kami mendampingi proses pemasangan hingga seluruh tahapan selesai," ujar Izar.

Menurutnya, pengalaman bertugas di Tanjung Nanga menjadi pelajaran berharga tentang arti kebersamaan dan rasa syukur masyarakat yang begitu besar atas hadirnya listrik.

Gotong Royong Warga Percepat Pembangunan

Keberhasilan menghadirkan listrik ke Tanjung Nanga juga tidak lepas dari dukungan masyarakat.

Warga secara sukarela bergotong royong membersihkan jalur pembangunan jaringan agar proses pekerjaan dapat berjalan lebih cepat.

Kepala Desa Tanjung Nanga, Roni Jonathan, mengatakan listrik merupakan impian yang telah lama dinantikan seluruh masyarakat.

"Kami sangat bersyukur karena akhirnya listrik PLN hadir di desa kami. Masyarakat ikut membantu selama proses pembangunan karena kami menyadari manfaatnya akan dirasakan bersama. Hari ini kami dapat menikmati hasil dari kerja keras semua pihak," ujarnya.

PLN: Terang Ini Hasil Kolaborasi Semua Pihak

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra), Muchamad Chaliq Fadli, mengapresiasi seluruh insan PLN, Pemerintah Kabupaten Malinau, pemerintah desa, perusahaan, tokoh masyarakat, hingga warga yang bergotong royong menyukseskan pembangunan jaringan listrik di Tanjung Nanga.

Menurutnya, hadirnya listrik di wilayah pedalaman merupakan bukti bahwa kolaborasi mampu menghadirkan pemerataan energi hingga pelosok negeri.

"Di balik setiap rumah yang kini menikmati listrik, ada dedikasi insan PLN dan dukungan berbagai pihak yang bersama-sama mewujudkan harapan masyarakat. Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Malinau, pemerintah desa, tokoh masyarakat, perusahaan, dan seluruh warga yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini. Kolaborasi inilah yang memungkinkan manfaat listrik dapat dirasakan hingga pelosok," kata Chaliq.

Kini, ketika malam menyelimuti Tanjung Nanga, cahaya lampu tidak lagi menjadi barang mewah. Anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman, aktivitas ekonomi masyarakat berlangsung lebih lama, dan harapan baru tumbuh bersama hadirnya listrik yang akhirnya menerangi desa di pedalaman Kalimantan Utara.

Editor: Mukmin Azis

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut