Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa M 7,7 NTT Tewaskan 47 Orang, BNPB Catat Ratusan Rumah Rusak
Advertisement . Scroll to see content

Pilu! Ibu dan Bayi Korban Gempa NTT Ditemukan Tewas Berpelukan Tertimbun Reruntuhan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:10 WIB
  • author Tim iNews
Pilu! Ibu dan Bayi Korban Gempa NTT Ditemukan Tewas Berpelukan Tertimbun Reruntuhan
Seorang ibu dan bayinya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di bawah reruntuhan bangunan di Kabupaten Manggarai, NTT. (Foto: Istimewa)

RUTENG, iNewsBalikpapan.id – Pemandangan memilukan dtemukan tim SAR gabungan dalam upaya pencarian korban gempa bumi Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). 

Tim penyelamat menemukan seorang ibu dan bayinya dalam kondisi meninggal dunia di bawah reruntuhan bangunan di Kabupaten Manggarai usai diguncang gempa berkekuatan magnitudo 7,7.

Keduanya ditemukan dalam kondisi mengenaskan yang membuat suasana evakuasi berubah menjadi haru. Sang ibu ditemukan dalam posisi terlentang, sementara bayinya berada di bagian dada. Salah satu tangan korban masih tampak merangkul buah hatinya.

Diduga, posisi tersebut merupakan upaya sang ibu untuk melindungi bayinya ketika bangunan tempat mereka berada tiba-tiba ambruk akibat guncangan gempa.

Proses evakuasi berlangsung dengan penuh kesedihan. Warga yang menyaksikan langsung proses pencarian korban tidak kuasa menahan tangis melihat kondisi ibu dan anak tersebut.

Peristiwa ini menjadi salah satu kisah paling memilukan di tengah bencana gempa yang melanda Flores. Di sejumlah lokasi lain, warga bersama petugas gabungan masih melakukan pencarian untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal di bawah reruntuhan.

Hingga Sabtu siang, proses evakuasi masih berlangsung di beberapa wilayah yang terdampak. Tim gabungan dikerahkan untuk menyisir bangunan-bangunan yang roboh serta lokasi lain yang dicurigai masih terdapat warga tertimbun material.

Selain pencarian korban, pemerintah dan aparat terkait juga terus melakukan pendataan terhadap jumlah korban meninggal maupun warga yang mengalami luka-luka. Jumlah tersebut masih memungkinkan berubah karena proses pencarian dan pendataan di lapangan belum selesai.

Warga yang berada di kawasan terdampak pun diminta tetap berhati-hati mengingat masih terdapat kemungkinan terjadinya gempa susulan. Masyarakat disarankan tidak mendekati bangunan yang mengalami kerusakan, terutama yang retak atau sebagian telah roboh, karena kondisinya masih berisiko membahayakan.

Editor: Abriandi

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut