Hari Kelima Pencarian 4 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, SAR Hadapi Abu Erupsi dan Jarak Pandang
LAMPUNG SELATAN, iNewsBalikpapan.id – Harapan menemukan lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda terus dikejar Tim SAR Gabungan Lampung. Memasuki hari keempat operasi pencarian, tim kembali memperluas sekaligus memfokuskan penyisiran di tengah kondisi laut yang semakin berbahaya.
Operasi pencarian kali ini menghadapi dua ancaman sekaligus, yakni cuaca ekstrem dan meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Gumpalan abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau mengguyur kawasan perairan. Abu tebal tersebut membuat jarak pandang petugas di atas kapal turun drastis sehingga penyisiran menjadi jauh lebih sulit.
Kepala Pos SAR Bakauheni Rezi Kuswara mengatakan operasi tetap dilakukan secara optimal. Namun, keselamatan seluruh personel menjadi pertimbangan utama di tengah perubahan cuaca dan aktivitas vulkanik.
"Pencarian tetap dilanjutkan secara optimal. Namun, kami terus mengevaluasi perkembangan cuaca, tingkat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, serta utamanya memperhitungkan faktor keselamatan seluruh personel di lapangan," ujar Rezi Kuswara, Jumat (11/9/2026).
Berdasarkan pemetaan terbaru, Tim SAR Gabungan memfokuskan operasi pencarian di Sektor C dan D. Area yang disisir mencapai 585 mil laut persegi, wilayah yang sangat luas untuk menemukan korban yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Dua armada perahu karet berlambung keras atau Rigid Inflatable Boat (RIB) bersama kapal penyelamat utama KN SAR Basudewa dikerahkan menuju sejumlah titik koordinat sasaran.
Namun, abu vulkanik yang turun di sekitar lokasi operasi menjadi tantangan serius bagi tim. Jarak pandang di lapangan hanya berkisar 10 hingga 20 meter.
Kondisi tersebut membuat nakhoda dan seluruh personel harus meningkatkan kewaspadaan. Pergerakan kapal dilakukan secara hati-hati untuk mengantisipasi risiko tubrukan maupun gangguan navigasi di tengah laut.
Terbatasnya jarak pandang juga membuat tim tidak dapat mengamati permukaan laut secara maksimal. Padahal, waktu pencarian terus berjalan dan keberadaan lima jurnalis yang hilang kontak masih menjadi fokus utama operasi.
Editor: Mukmin Azis