Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dikira Tenggelam di Sungai Mahakam, Pria di Samarinda ternyata Tewas Dikeroyok
Advertisement . Scroll to see content

Sungai Mahakam Surut Imbas Kemarau Panjang, Distribusi BBM dan Sembako ke Mahakam Ulu Terganggu

Jum'at, 04 September 2026 | 21:11 WIB
  • author Iqbal Dwi Purnama
Sungai Mahakam Surut Imbas Kemarau Panjang, Distribusi BBM dan Sembako ke Mahakam Ulu Terganggu
Mobilutas kapal pengangkut penumpang dan bahan pokok rute Samarinda-Kutai Barat-Mahakam Ulu terganggu imbas debit air Sungai Mahakam surut. (foto: ilustrasi/ist)

Secara umum, Kalimantan Timur memiliki curah hujan tahunan yang cukup tinggi, yakni berkisar 3.600-3.700 milimeter. Namun memasuki puncak musim kemarau pada Juli-Agustus 2026, curah hujan mengalami penurunan signifikan.

Pada Juli 2026, curah hujan tercatat sekitar 289 milimeter. Angka tersebut kemudian turun drastis menjadi hanya 25 milimeter pada Agustus 2026.

Minimnya curah hujan menyebabkan debit Sungai Mahakam mengalami penurunan, terutama di wilayah hulu. Sementara di bagian hilir, debit juga menurun, tetapi fluktuasinya relatif lebih stabil.

Kondisi di wilayah hilir tersebut dipengaruhi efek damping atau peredaman, baseflow dari anak-anak Sungai Mahakam yang berasal dari sejumlah kabupaten lain, serta pengaruh pasang surut.

Editor: Abriandi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut